TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa duka atas berpulangnya salah satu peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), dr. Siti Zahra Maghfira.

Almarhumah, yang merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, tercatat tengah menjalani masa program internsip di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat. Masa baktinya di wahana tersebut dimulai sejak Mei 2026.

Menindaklanjuti kejadian ini, Kemenkes telah menginisiasi koordinasi intensif dengan berbagai lembaga dan instansi terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan proses investigasi berjalan komprehensif.

Pihak-pihak yang dilibatkan dalam upaya pengusutan ini meliputi Kepolisian, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), Komite Internsip Dokter Indonesia (KIKI), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Selain itu, pemerintah daerah, wahana tempat almarhumah menjalani internsip, dan seluruh pihak yang relevan turut serta dalam proses investigasi ini. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi yang utuh mengenai penyebab meninggalnya dr. Siti Zahra Maghfira.

"Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Kepolisian, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI), IDI, pemerintah daerah, wahana internsip, serta pihak terkait untuk melakukan investigasi secara menyeluruh," ujar Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 27 Juli 2026.

Kemenkes menyatakan komitmen kuat untuk memastikan bahwa seluruh fakta dan kronologi kejadian dapat terungkap secara utuh, sebelum akhirnya menyampaikan kesimpulan resmi terkait peristiwa ini.

"Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh fakta dan kronologi kejadian terungkap secara utuh sebelum menyampaikan kesimpulan," ditegaskan oleh Aji Muhawarman.

Ditambahkan pula bahwa hasil dari investigasi mendalam ini ditargetkan dapat rampung dalam kurun waktu tiga hingga empat hari ke depan.