TREN.BISNISMARKET.COM - Memasuki pekan terakhir bulan Juli tahun 2026, dinamika harga pangan di Indonesia menunjukkan pola yang cukup bervariasi. Sejumlah komoditas strategis terpantau mengalami kenaikan harga, sementara yang lain justru menunjukkan tren penurunan.

Pergerakan harga ini memengaruhi berbagai kelompok bahan pangan, mulai dari komoditas hortikultura hingga protein hewani, yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Berdasarkan data terkini dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI), pada Senin (27/7/2026) pukul 09.00 WIB, harga cabai menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan.

Harga cabai merah besar, misalnya, dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 1,26%, mencapai Rp48.150 per Kilogram (Kg). Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai keriting merah, yang naik 0,43% menjadi Rp46.250 per Kg.

"Harga cabai merah besar dan keriting merah terpantau mengalami kenaikan harga hingga 1,26% menjadi Rp48.150 per Kilogram (Kg) serta Rp46.250 per Kg atau naik 0,43%," demikian kutipan dari PIHPS Nasional.

Selain cabai, sektor protein hewani juga tidak luput dari kenaikan harga. Daging ayam ras segar tercatat naik 0,9% menjadi Rp39.100 per Kg.

Kenaikan harga juga merambah pada komoditas daging sapi. Daging sapi kualitas 1 mengalami kenaikan menjadi Rp150.900 per Kg, sementara kualitas 2 menyentuh angka Rp141.900 per Kg.

Telur ayam, sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau, juga turut mengalami kenaikan harga. Rata-rata nasional harga telur ayam naik sebesar 0,34% menjadi Rp29.600 per Kg.

Beberapa bahan pangan pokok lainnya juga terpantau bergerak naik. Beras kualitas super I mengalami kenaikan 0,28% menjadi Rp17.700 per Kg.