TREN.BISNISMARKET.COM - Negara-negara di Eropa kini secara intensif menggalakkan upaya untuk mencapai kedaulatan teknologi guna mengurangi ketergantungan signifikan terhadap Amerika Serikat (AS). Prioritas strategis ini telah dirumuskan secara resmi melalui regulasi terbaru yang dikenal dengan nama 'Cloud and AI Development' (CADA).

Melalui kerangka CADA, negara-negara Eropa menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan pengembangan industri teknologi di dalam negeri. Rencana utama dari inisiatif ini adalah mengganti teknologi dan komponen chip yang saat ini dipasok oleh perusahaan-perusahaan teknologi raksasa asal AS dengan produk buatan Eropa.

Sebagai bagian konkret dari strategi ini, Portugal baru saja mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka (open-source) pertamanya pada hari Rabu, 1 Juli waktu setempat. Informasi ini dikonfirmasi oleh Reuters pada Kamis, 2 Juli 2026.

Langkah Portugal ini mengikuti jejak inisiatif serupa yang telah dilakukan oleh negara-negara Eropa lainnya, seperti Prancis dan Jerman. Kedua negara tersebut telah memberikan dukungan besar kepada perusahaan AI lokal, misalnya Mistral AI dan Aleph Alpha, sebagai penyedia alternatif bagi model-model yang dikembangkan oleh perusahaan AS seperti OpenAI, Google, dan Anthropic.

Model bahasa berskala besar (LLM) yang dikembangkan di Eropa ini dirancang bukan untuk penggunaan langsung oleh masyarakat umum. Sebaliknya, teknologi dasar ini ditujukan sebagai fondasi yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh lembaga publik, korporasi, institusi pendidikan, serta para peneliti.

Model AI asal Portugal tersebut diberi nama 'Amalia', yang dikembangkan oleh sebuah konsorsium yang melibatkan berbagai universitas dan lembaga penelitian di negara tersebut. Proyek ini mendapatkan dukungan pemerintah serta pendanaan sebesar 5,5 juta euro (setara Rp113 miliar) dari dana pemulihan Uni Eropa.

Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, menekankan pentingnya langkah ini bagi masa depan benua tersebut. "Otonomi strategis Eropa saat ini sangat bergantung pada AI. Model ini akan memungkinkan kita menghadapi dekade-dekade mendatang dengan kedaulatan yang lebih besar dan ketergantungan yang lebih minim [terhadap teknologi asing]," ujar Luis Montenegro saat acara peluncuran berlangsung.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Amalia diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produktivitas baik di sektor swasta maupun publik. Sektor-sektor yang diproyeksikan akan merasakan manfaat antara lain perbankan, asuransi, dan telekomunikasi, sambil tetap menjamin standar keamanan yang memadai.

Perdana Menteri Montenegro juga menegaskan komitmen berkelanjutan pemerintahnya terhadap proyek ini. "Kami akan terus berinvestasi secara besar-besaran untuk proyek ini," katanya saat itu.