TREN.BISNISMARKET.COM - Perlambatan signifikan terjadi pada pasar tenaga kerja Amerika Serikat sepanjang Juni 2026, sebuah indikasi bahwa momentum pertumbuhan pekerjaan mulai berkurang. Kondisi ini secara otomatis menurunkan ekspektasi pasar mengenai kemungkinan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk melanjutkan kenaikan suku bunga acuannya.

Menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada Jumat (3/7/2026), hanya tercipta tambahan sebanyak 57.000 lowongan pekerjaan nonfarm payroll selama bulan tersebut. Jumlah ini berada jauh di bawah proyeksi yang telah diperkirakan sebelumnya oleh para analis pasar.

Di sisi lain, tingkat pengangguran menunjukkan penurunan yang sangat tipis, berada di angka 4,2% pada periode yang sama. Meskipun demikian, perlambatan penambahan lapangan kerja menjadi sorotan utama dalam rilis data ketenagakerjaan bulan ini.

Perlambatan ini semakin diperkuat setelah BLS melakukan revisi data historis, di mana penciptaan lapangan kerja untuk periode April dan Mei direvisi turun secara kumulatif sebanyak 74.000 posisi. Revisi ini mengindikasikan bahwa penguatan pasar kerja di bulan-bulan sebelumnya ternyata tidak sekuat asumsi awal.

Salah satu anomali terbesar dalam data Juni adalah sektor rekreasi dan jasa perhotelan, yang justru mengalami kontraksi signifikan. Meskipun Amerika Serikat menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026 bersama Kanada dan Meksiko, sektor restoran, bar, dan hotel justru kehilangan 61.000 posisi pekerjaan.

Kondisi ini kontras dengan antisipasi banyak pihak, termasuk lembaga keuangan besar, yang sebelumnya memprediksi adanya lonjakan perekrutan. Sebagai contoh, Goldman Sachs sempat memproyeksikan ajang olahraga besar tersebut dapat menyumbang sekitar 40.000 lapangan kerja baru hanya untuk bulan Juni.

James Knightley, Chief US Economist dari ING, menyoroti betapa mengejutkannya kinerja sektor rekreasi dan perhotelan tersebut dalam laporan ketenagakerjaan kali ini.

"Ini merupakan area yang benar-benar lemah. Penurunan ini menjadi kejutan besar mengingat Piala Dunia sedang berlangsung dan bar maupun berbagai lokasi acara dipenuhi pengunjung," ungkap Knightley kepada BBC.

Knightley menambahkan bahwa kombinasi antara rendahnya penciptaan lapangan kerja Juni dan revisi turun data bulan-bulan sebelumnya mengindikasikan bahwa kenaikan ketenagakerjaan yang terlihat sebelumnya bukanlah awal dari tren penguatan yang berkelanjutan.