TREN.BISNISMARKET.COM - PT Esa Medika Mandiri tengah menguatkan model bisnisnya agar menjadi lebih terintegrasi penuh dalam industri alat kesehatan di Indonesia. Langkah strategis ini mencakup pengembangan fasilitas produksi di dalam negeri serta perluasan jaringan distribusi di seluruh nusantara.
Perusahaan juga berkomitmen menyediakan layanan purnajual yang komprehensif sebagai kunci utama dalam menangkap peluang pertumbuhan pasar alat kesehatan yang terus berkembang pesat.
Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, menyoroti perubahan paradigma kebutuhan pasar saat ini. Pasar tidak hanya membutuhkan pengadaan alat kesehatan semata, tetapi juga dukungan layanan yang menjamin operasional fasilitas kesehatan berjalan lancar.
Menurut pandangannya, institusi kesehatan dan rumah sakit kini mencari mitra jangka panjang yang dapat memberikan dukungan berkelanjutan. Dukungan tersebut meliputi instalasi perangkat, pelatihan pengguna, pemeliharaan rutin, hingga bantuan teknis yang responsif.
"Di tengah perkembangan kebutuhan alat kesehatan, Esa Medika Mandiri menghadirkan alat kesehatan yang andal, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang," ujar Florian dalam keterangan resminya pada Selasa (16/6/2026).
Esa Medika Mandiri telah beroperasi selama lebih dari dua dekade, fokus pada distribusi alat kesehatan spesialisasi layanan kritikal. Portofolio mereka mencakup peralatan esensial untuk ruang operasi, unit perawatan intensif (ICU), instalasi gawat darurat (IGD), serta perangkat pendukung rumah sakit lainnya.
Untuk menunjang operasional yang luas ini, perusahaan mengandalkan jaringan distribusi yang solid. Jaringan tersebut terbagi antara kantor pusat, fasilitas manufaktur, kantor perwakilan di kota-kota besar, dan tim pemasaran yang menjangkau wilayah terpencil di Indonesia.
Dari sisi produksi, perseroan memastikan fasilitas manufakturnya beroperasi sesuai standar ketat, yaitu Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB). Sistem distribusinya pun dijalankan berdasarkan standar Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) untuk menjaga mutu dan keamanan produk.
Langkah integrasi manufaktur dan kepatuhan standar ini sejalan erat dengan visi pemerintah Indonesia. Pemerintah sedang mendorong peningkatan signifikan dalam penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri dan penguatan kapasitas produksi nasional.