TREN.BISNISMARKET.COM - Bank Dunia (World Bank) baru-baru ini mengumumkan pembaruan klasifikasi pendapatan negara yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Pembaruan ini menaikkan status Filipina dan Vietnam ke kategori negara berpendapatan menengah atas.

Berdasarkan laporan terbaru Klasifikasi Pendapatan Negara Kelompok Bank Dunia, total enam negara mengalami kenaikan kategori pendapatan pada tahun ini. Pembaruan ini penting untuk memahami dinamika ekonomi global terkini.

Lima negara, yaitu Yordania, Mikronesia, Filipina, Sri Lanka, dan Vietnam, berhasil naik dari kelompok berpendapatan menengah bawah menuju menengah atas. Sementara itu, Togo mengalami peningkatan dari kategori berpendapatan rendah menjadi menengah bawah.

Dilansir dari Bisnis.com, Bank Dunia menjelaskan bahwa setiap negara memiliki narasi unik di balik perubahan status pendapatan mereka. Faktor pendorongnya bervariasi, mulai dari pemulihan pasca-krisis hingga peningkatan signifikan dalam kinerja ekspor.

"Masing-masing memiliki cerita yang berbeda: ada negara yang berhasil bangkit dari krisis ekonomi, ada negara yang menjadi kekuatan ekspor dan melampaui negara-negara sekelasnya, dan ada negara yang ternyata ukuran ekonominya 10% lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya," dikutip dari laporan Bank Dunia pada Sabtu (4/7/2026).

Klasifikasi ini diperbarui secara berkala setiap tanggal 1 Juli, dengan menggunakan estimasi Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita tahun sebelumnya sebagai acuan utama. Bank Dunia mengelompokkan 218 negara ke dalam empat kategori pendapatan berbeda berdasarkan perhitungan GNI per kapita menggunakan metodologi Atlas.

Ambang batas untuk setiap kelompok pendapatan disesuaikan setiap tahun untuk mengakomodasi perkembangan data ekonomi, demografi, serta faktor inflasi yang terjadi. Untuk Vietnam, kenaikan kelas didorong oleh model pertumbuhan yang sangat bergantung pada sektor ekspor.

Vietnam mencatatkan lonjakan ekspor lebih dari 15% pada tahun 2024 dan 2025, didukung oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 7% dan 8% secara berturut-turut. Selama periode 2021 hingga 2025, GNI Vietnam menunjukkan peningkatan rata-rata tahunan sebesar 10%, menjadikannya salah satu negara dengan pertumbuhan paling kuat di kawasan tersebut.

Sementara itu, Filipina berhasil menembus kategori menengah atas berkat ekspansi ekonomi yang merata di berbagai sektor utama. PDB Filipina tumbuh rata-rata 5,8% per tahun selama lima tahun terakhir, mencerminkan fondasi pertumbuhan yang kuat dan terdiversifikasi.