TREN.BISNISMARKET.COM - Layanan komputasi awan Huawei Cloud dilaporkan mengalami gangguan parah sejak dini hari Minggu, 26 Juli 2026. Insiden ini berdampak luas pada pengguna di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.

Laporan mengenai kelumpuhan layanan Huawei Cloud mulai membanjiri platform pemantau status layanan sejak pukul 02:15 WIB. Puncak laporan gangguan tercatat pada pukul 03:15 WIB, menandakan skala masalah yang meluas.

Masalah yang paling sering dilaporkan meliputi server yang tidak merespons, status down pada server, kesulitan saat proses masuk ke layanan, serta kendala konektivitas secara umum.

Negara-negara seperti Argentina, Thailand, dan Brasil menjadi sumber laporan gangguan terbanyak. Namun, sejumlah pengguna di Indonesia juga melaporkan mengalami kendala serupa.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, tercatat sebanyak 353 laporan terkait akses ke Huawei Cloud yang tidak dapat dijangkau.

Dampak gangguan ini juga dirasakan oleh tim redaksi CNBC Indonesia, yang mengalami ketidakmampuan untuk mengunggah dan mengakses berita sama sekali hingga sekitar pukul 11:30 WIB. Akses dilaporkan mulai pulih secara bertahap, namun belum sepenuhnya normal hingga berita ini diterbitkan.

Beberapa pengguna di Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya masih terus melaporkan kendala pada platform StatusGator. StatusGator sendiri menganalisis gangguan layanan internet berdasarkan laporan pengguna, kunjungan halaman, dan kekuatan sinyal, dengan pembaruan informasi setiap 15 menit.

Melalui situs resminya, Huawei Cloud mengakui adanya gangguan yang memengaruhi akun internasional sejak pukul 01:49 WIB.

Perusahaan menyatakan, "Pada tanggal 26 Juli 2026 pukul 02.49 GMT+08:00 (01:49 WIB), Huawei Cloud mendeteksi adanya ketidaknormalan pada akun internasional Huawei Cloud Anda. Hal ini dapat memperlambat akses Anda ke layanan di wilayah ini. Kami sedang berupaya untuk mengatasi masalah ini. Mohon periksa apakah layanan Anda berjalan dengan normal," demikian pernyataan resmi Huawei Cloud yang dikutip.