TREN.BISNISMARKET.COM - Google kembali menunjukkan inovasinya dengan memperkenalkan sebuah layanan baru yang menggabungkan unsur teknologi, hiburan, sekaligus sarana pembelajaran. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini baru saja merilis fitur yang diberi nama Google Free Flight Simulator.
Fitur simulasi penerbangan ini kini dapat diakses secara gratis oleh pengguna di seluruh dunia. Hal ini memungkinkan masyarakat awam untuk merasakan sensasi seolah-olah menjadi seorang pilot profesional.
Simulasi penerbangan ini terintegrasi secara penuh ke dalam platform Google Earth. Pengguna dapat menerbangkan berbagai jenis pesawat sambil melintasi berbagai lokasi geografis yang ada di seluruh penjuru dunia.
Kelebihan utama dari fitur ini adalah integrasinya dengan data peta dan citra satelit milik Google yang terkenal sangat akurat dan terperinci. Hal ini menjamin visualisasi lingkungan terbang yang realistis.
Pengguna memiliki kebebasan untuk memilih jenis pesawat yang akan diterbangkan, mulai dari pesawat ringan untuk penerbangan jarak pendek, hingga pesawat komersial berbadan lebar. Selain itu, mereka juga bisa menentukan rute penerbangan dari ribuan bandara yang tersedia secara global.
Setiap rute penerbangan yang dipilih akan menyajikan pemandangan lanskap asli, detail arsitektur kota, bentang alam seperti pegunungan dan lautan, serta simulasi kondisi cuaca yang disesuaikan dengan data riil. Hal ini bertujuan memberikan pengalaman terbang yang sangat mendekati kenyataan.
Bagi individu yang memiliki minat mendalam di dunia aviasi, simulasi ini menawarkan metode yang mudah, aman, dan tentunya hemat biaya. Mereka dapat memahami konsep dasar pengendalian pesawat, prosedur lepas landas dan pendaratan, hingga tata cara navigasi udara.
"Google kembali menghadirkan inovasi menarik yang menggabungkan teknologi, hiburan, sekaligus sarana belajar," Dikutip dari CNBC Indonesia.
"Raksasa teknologi ini baru saja merilis fitur baru bernama Google Free Flight Simulator, sebuah alat simulasi penerbangan yang bisa diakses secara gratis di seluruh dunia," Dikutip dari CNBC Indonesia.