TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Standardisasi Nasional (BSN) baru-baru ini mengungkapkan bahwa tingkat akreditasi pada sektor kelapa sawit nasional masih sangat rendah. Data menunjukkan bahwa baru sekitar lima persen dari total lebih dari 16 juta hektare lahan sawit di Indonesia yang telah mendapatkan akreditasi resmi.

Hal ini disampaikan dalam konteks meningkatnya persyaratan global terhadap mutu, keamanan, dan aspek keberlanjutan produk kelapa sawit. Akreditasi kini dianggap sebagai komponen penting yang akan menentukan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Kepala BSN sekaligus Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN), Donny Purnomo Januardhi Effyandono, menjelaskan peran vital akreditasi. Akreditasi berfungsi sebagai pembangun kepercayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya permintaan pasar global akan jaminan mutu dan keamanan.

Donny Purnomo Januardhi Effyandono memaparkan bahwa akreditasi menjamin kompetensi lembaga yang melakukan pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan verifikasi. "Akreditasi memastikan bahwa lembaga yang melakukan pengujian, inspeksi, sertifikasi, maupun verifikasi memiliki kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga hasilnya dipercaya oleh regulator, pelaku usaha, dan konsumen," ujar Donny.

Pernyataan ini disampaikan oleh Donny saat menghadiri Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC) Annual Meeting 2026 yang diselenggarakan di Denpasar pada hari Senin, 22 Juni 2026.

Salah satu pemicu utama urgensi akreditasi adalah regulasi baru seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR). Regulasi ini menuntut pembuktian bahwa produk kelapa sawit yang masuk ke pasar Uni Eropa bebas dari kegiatan deforestasi.

Donny menekankan bahwa sekadar menyatakan komitmen keberlanjutan tidak lagi memadai di mata pasar global. "Keberlanjutan tidak cukup hanya dinyatakan, tetapi harus dapat dibuktikan. Karena itu, dibutuhkan sistem penilaian kesesuaian yang kredibel dan lembaga yang kompeten untuk melakukan sertifikasi maupun verifikasi," jelas Donny.

Lebih lanjut, Donny menegaskan bahwa akreditasi adalah fondasi utama untuk memastikan proses pembuktian keberlanjutan tersebut berjalan secara transparan, independen, dan dapat dipercaya oleh pihak internasional. "Akreditasi menjadi fondasi yang memastikan proses tersebut berjalan secara independen, transparan, dan dapat dipercaya," jelas Donny.

BSN melalui KAN saat ini tengah mengintensifkan penguatan akreditasi terhadap lembaga sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas sertifikasi dan memperkuat ketertelusuran rantai pasok sawit nasional.