TREN.BISNISMARKET.COM - What (Apa yang terjadi): Harga komoditas cabai rawit di tingkat nasional menunjukkan tren penurunan yang cukup drastis pada awal bulan Mei 2026. Penurunan ini menandai berakhirnya periode lonjakan harga ekstrem yang terjadi sebelumnya, terutama setelah momentum Hari Raya Idulfitri.
When (Kapan terjadi): Pergerakan harga yang positif ini mulai terlihat jelas pada pekan pertama bulan Mei 2026. Kondisi ini berbeda kontras dengan situasi beberapa waktu sebelumnya yang mencatatkan harga tertinggi sepanjang tahun.
Where (Di mana terjadi): Penurunan harga cabai rawit ini terjadi secara nasional, mencakup berbagai pasar di seluruh wilayah Indonesia. Meskipun demikian, fluktuasi regional mungkin masih terjadi, namun tren umum menunjukkan pelemahan harga.
Who (Siapa yang mengonfirmasi): Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjadi lembaga resmi yang memberikan konfirmasi mengenai perbaikan situasi harga di sektor pangan ini. Mereka terus memantau pergerakan harga untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas.
Why (Mengapa terjadi): Penyebab utama penurunan harga ini diperkirakan terkait dengan meningkatnya pasokan di tingkat petani seiring dengan masa panen yang membaik. Distribusi yang lebih lancar juga turut berkontribusi dalam menyeimbangkan kembali permintaan dan penawaran di pasar.
How (Bagaimana dampaknya): Dampak langsung dari penurunan ini adalah harga cabai rawit yang kini sudah jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga puncaknya. Sebelumnya, komoditas ini sempat menyentuh angka yang sangat tinggi di pasar ritel.
"Harga cabai rawit nasional mulai melandai pada pekan pertama Mei 2026 setelah sebelumnya sempat menembus Rp120.000 per Kg," ujar perwakilan Bapanas, menggarisbawahi seberapa jauh harga telah terkoreksi.
Koreksi harga yang signifikan ini memberikan kelegaan bagi konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada ketersediaan cabai rawit. Stabilisasi harga ini diharapkan dapat berlanjut hingga periode mendatang.
Dilansir dari berbagai pantauan pasar, harga eceran kini sudah mulai mendekati batas wajar pasca-lonjakan pasca-Lebaran. Bapanas berkomitmen untuk terus mengawasi rantai pasok agar stabilitas ini terjaga.