TREN.BISNISMARKET.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Selasa, 7 Juli 2026, menunjukkan tren positif selama sesi pertama. Indeks berhasil mempertahankan penguatan berkat dukungan kuat dari saham-saham perbankan besar, emiten sektor properti, serta saham konglomerasi.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menutup sesi I pada level 5.940,32 poin, mencatatkan kenaikan sebesar 24,25 poin atau setara 0,41%. Selama jeda siang tersebut, pergerakan indeks sempat mencapai level tertinggi di 5.954,35 dan terendah di 5.890,44.

Aktivitas transaksi di pasar modal tercatat mencapai nilai total Rp4,19 triliun, melibatkan volume perdagangan sebanyak 9,50 miliar saham yang tersebar dalam 797,8 ribu kali transaksi. Secara keseluruhan, terdapat 361 saham yang mengalami kenaikan, 257 saham melemah, dan 343 saham lainnya berakhir stagnan.

Kenaikan IHSG ini ditopang signifikan oleh kinerja sektor tertentu, di mana sektor real estate memimpin dengan lonjakan 1,97%. Sektor bahan baku juga memberikan kontribusi positif sebesar 1,31%, diikuti oleh konsumer nonprimer sebesar 1,11%, dan sektor keuangan yang menguat 0,69%.

Di sisi lain, beberapa sektor masih menunjukkan tekanan jual yang menghambat laju indeks secara keseluruhan. Sektor utilitas tercatat melemah tipis sebesar 0,23%, diikuti oleh industri (-0,15%), dan sektor teknologi yang mengalami penurunan sebesar 0,11%.

Kontributor terbesar bagi kenaikan indeks pada sesi pertama didominasi oleh saham-saham dengan kapitalisasi pasar jumbo. Saham AMMN tercatat sebagai penyumbang poin terbesar dengan kontribusi 5,91 poin, diikuti oleh BBRI (5,85 poin), ASII (4,49 poin), BBCA (4,42 poin), dan BRPT (3,78 poin).

Namun, kenaikan indeks juga tertahan oleh pelemahan beberapa saham unggulan yang memberikan beban. Saham TLKM menjadi pemberat terbesar dengan menggerus indeks sebesar 2,78 poin, diikuti oleh pelemahan pada BRMS (-2,24 poin) dan INDF (-2,19 poin).

Secara komprehensif, penguatan yang dipimpin oleh sektor properti, bahan baku, dan perbankan berhasil mengimbangi tekanan dari saham telekomunikasi, komoditas, dan consumer defensive, sehingga IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga jeda siang.

Mengenai prospek pasar ke depan, IHSG mulai menunjukkan pemulihan dari area bawah, tetapi belum cukup kuat untuk dikategorikan sebagai pemulihan tren yang pasti. "Kenaikan dari area terendah di bulan Juni memang mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda, namun pasar belum mendapatkan konfirmasi signifikan dari faktor fundamental yang lebih penting," ujar seorang analis pasar.