TREN.BISNISMARKET.COM - Perdagangan awal pekan, Senin (20/7/2026), dibuka dengan kabar gembira bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan, melesat lebih dari 1% sejak pembukaan.

Pergerakan positif ini terjadi hampir merata di seluruh sektor saham yang diperdagangkan. Aksi beli investor menjadi pendorong utama penguatan indeks pada pagi ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat diakses melalui aplikasi IDX Mobile, pada pukul 09.13 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.245,98. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 70,45 poin atau setara dengan 1,14% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan indeks ini juga tercermin dari perbaikan market breadth atau sebaran penguatan saham. Sebanyak 385 saham dilaporkan menguat, sementara 149 saham mengalami pelemahan, dan sisanya, 431 saham, bergerak stagnan.

Nilai transaksi perdagangan pada saat itu mencapai Rp1,93 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 2,58 miliar saham yang ditransaksikan dalam 283.400 kali transaksi.

Penguatan IHSG ini terjadi di tengah dinamika pasar saham Asia yang cenderung bervariasi. Investor global masih mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi harga energi.

Selain itu, pelaku pasar juga menahan diri sejenak atau bersikap wait and see menjelang sejumlah agenda penting dari bank sentral dunia yang akan diumumkan pekan ini.

Dikutip dari CNBC Indonesia, perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu perhatian investor. Konflik tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga energi di pasar global.

Fokus utama para pelaku pasar di dalam negeri tertuju pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Rapat ini dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu, 22 Juli 2026.