TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan impresif pada penutupan perdagangan Senin, 20 Juli 2026, nyaris menyentuh angka 1%. Penguatan ini menunjukkan adanya geliat aktivitas pembelian yang merata di berbagai sektor.
IHSG berhasil ditutup pada angka 6.231,78 poin, melonjak sebesar 56,24 poin atau 0,91% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Angka ini mencerminkan sentimen positif yang sedang melanda pasar saham Indonesia.
Pergerakan indeks yang positif ini turut dibarengi dengan membaiknya market breadth. Data menunjukkan bahwa 399 saham berhasil menguat, sementara 210 saham mengalami pelemahan, dan 185 saham lainnya bergerak stagnan.
Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 17,16 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 35,57 miliar saham yang ditransaksikan dalam 2,39 juta kali transaksi. Angka ini menunjukkan partisipasi investor yang cukup aktif.
Mayoritas sektor di bursa saham menguat, kecuali sektor industri, teknologi, dan utilitas yang mengalami koreksi tipis. Sektor barang baku menjadi yang terdepan dengan kenaikan 2,76%, diikuti oleh sektor energi sebesar 1,86%, dan sektor konsumer primer sebesar 1,26%.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi salah satu motor penggerak utama penguatan IHSG hari ini. Kenaikan saham BBRI berkontribusi sebesar 7,3 indeks poin terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.
Posisi selanjutnya sebagai penggerak utama ditempati oleh saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang memberikan kontribusi 6,09 indeks poin, diikuti oleh saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan kontribusi 4,61 indeks poin.
Menariknya, saham BBRI juga tercatat sebagai saham yang paling banyak diborong oleh investor asing pada sesi pertama perdagangan. Investor asing membukukan net buy senilai Rp 117 miliar untuk saham BBRI.
Meskipun demikian, secara keseluruhan di pasar modal pada hari ini, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 303 miliar. Saham TLKM juga turut diminati asing dengan net buy senilai Rp 18 miliar.