TREN.BISNISMARKET.COM - Pergerakan harga pangan di pasar tradisional pada Selasa, 21 Juli 2026, menunjukkan dinamika yang bervariasi di tengah upaya menjaga stabilitas pasokan. Sejumlah komoditas hortikultura terpantau melanjutkan tren penurunan, sementara komoditas protein hewani mencatat kenaikan terbatas.
Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada hari yang sama mencatat bahwa harga beras secara umum relatif stabil. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing bertahan di angka Rp14.750 dan Rp14.550 per kilogram, menunjukkan ketersediaan yang terjaga.
Namun, segmen beras kualitas medium menunjukkan sedikit kenaikan. Beras kualitas medium I tercatat naik 0,31% menjadi Rp16.400 per kilogram, dan beras kualitas medium II juga mengalami kenaikan serupa sebesar 0,31% menjadi Rp16.200 per kilogram.
Komoditas bawang menjadi salah satu yang mengalami penurunan harga signifikan. "Harga bawang merah ukuran sedang turun 4,25% menjadi Rp42.800 per kilogram," demikian tercantum dalam data PIHPS Bank Indonesia.
Selain itu, bawang putih ukuran sedang juga terpantau mengalami pelemahan harga. "Bawang putih ukuran sedang juga turun 1,81% menjadi Rp43.350 per kilogram," menurut data yang dirilis.
Kelompok komoditas cabai juga mencatat tren penurunan pada beberapa jenisnya. "Cabai merah besar turun 1,65% menjadi Rp47.550 per kilogram, cabai merah keriting turun 3,86% menjadi Rp46.050 per kilogram, dan cabai rawit merah turun 4,54% menjadi Rp55.750 per kilogram," papar data PIHPS.
Sementara itu, komoditas protein hewani menunjukkan pergerakan yang berbeda. "Harga daging ayam ras segar naik 1,57% menjadi Rp38.750 per kilogram," sebagaimana tercatat dalam laporan harga pangan tersebut.
"Telur ayam ras segar meningkat 1,72% menjadi Rp29.500 per kilogram," imbuh data dari PIHPS Bank Indonesia, menandakan adanya kenaikan terbatas pada komoditas ini.
Secara keseluruhan, "harga pangan hari ini cenderung stabil dengan kenaikan terbatas pada cabai rawit hijau, beras kualitas medium, daging ayam ras, dan telur ayam," demikian kesimpulan yang dapat ditarik dari pergerakan harga pada 21 Juli 2026.