TREN.BISNISMARKET.COM - Pada sesi awal perdagangan hari ini, kondisi pasar modal domestik menunjukkan tren yang kontras dengan pergerakan pasar regional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan tajam, hampir menyentuh ambang batas koreksi 2 persen.

Data perdagangan yang dihimpun dari RTI Business menunjukkan bahwa IHSG terperosok hingga mencapai level 6.196,80. Padahal, pada saat pembukaan pasar, indeks sempat memperlihatkan performa positif dengan mencapai posisi tertinggi di 6.378,81.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 10:48 WIB, sebagaimana dicatat oleh Dian Puspita selaku penulis berita. Koreksi mendalam ini patut dicermati mengingat mayoritas bursa di Asia justru sedang menikmati kenaikan signifikan.

Kondisi pasar modal Indonesia yang melemah ini berbanding terbalik dengan situasi di kawasan Asia-Pasifik yang sedang diliputi optimisme. Penguatan regional ini dipicu oleh perkembangan positif dalam dinamika geopolitik global yang terjadi belakangan ini.

Sentimen positif tersebut terutama datang dari Amerika Serikat, menyusul pengumuman yang disampaikan oleh Presiden Donald Trump. Pengumuman tersebut berkaitan dengan progres tahap akhir negosiasi mengenai perang dagang yang diharapkan dapat menekan harga minyak dunia.

Pergerakan pasar saham di wilayah Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi, sejalan dengan tren positif yang juga terlihat di Wall Street. Kepercayaan investor di kawasan tersebut meningkat tajam pasca pernyataan resmi dari pihak AS mengenai perkembangan tersebut.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 melonjak impresif sebesar 3,54 persen saat pembukaan, didukung juga oleh rilis data perdagangan domestik terbaru yang positif. Sementara itu, pasar Korea Selatan juga menunjukkan kinerja apik, dengan indeks Kospi yang menguat hingga 7 persen, diikuti oleh Kosdaq yang naik 4,88 persen.

Tren kenaikan juga terlihat di Australia, di mana indeks S&P/ASX 200 bertambah 1,62 persen, sementara Indeks CSI 300 di China menguat 1,67 persen, dan Indeks Hang Seng Hong Kong mencatat kenaikan tipis sebesar 0,24 persen.

Dilansir dari Detik Finance, "IHSG anjlok sebesar 1,94 persen menuju level 6.196,80," demikian data yang terekam pada RTI Business. Informasi ini menjadi penanda signifikan atas pelemahan pasar domestik di tengah angin segar bursa regional.