TREN.BISNISMARKET.COM - Gelombang protes besar-besaran melanda India, memicu tindakan drastis pemerintah dengan memblokir akses internet di beberapa wilayah strategis. Demonstrasi ini berpusat pada tuntutan pengunduran diri menteri pendidikan menyusul skandal dugaan kecurangan dalam ujian masuk sekolah kedokteran.

Menurut laporan yang diterima Reuters, pemerintah India mengeluarkan perintah kepada perusahaan telekomunikasi untuk menonaktifkan layanan internet seluler di bagian tengah Delhi. Pembatasan ini mencakup area di dalam dan sekitar lokasi utama penyelenggaraan unjuk rasa.

Perusahaan telekomunikasi yang beroperasi di India dilaporkan segera mematuhi instruksi pemerintah tersebut. Pemblokiran akses internet seluler ini mulai berlaku dan berdampak luas sejak Kamis malam (23/7/2026).

Dampak dari pemutusan akses internet ini sangat terasa oleh masyarakat. Konektivitas data seluler yang terputus di banyak area pusat Delhi menyebabkan kesulitan dalam transaksi pembayaran digital. Pedagang, pemilik toko, hingga pengelola restoran mengalami hambatan dalam menerima pembayaran dari pelanggan mereka.

Hingga kini, juru bicara pemerintah India maupun pihak departemen telekomunikasi belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan pemblokiran ini. Perusahaan telekomunikasi besar seperti Jio, Bharti Airtel, dan Vodafone-Idea juga belum mengeluarkan pernyataan pers mengenai instruksi yang mereka terima.

Akar permasalahan demonstrasi ini adalah dugaan kecurangan dan kebocoran soal ujian masuk sekolah kedokteran yang terjadi pada bulan Mei lalu. Insiden ini diduga mempengaruhi sekitar 2 juta siswa dan bahkan dikaitkan dengan beberapa kasus bunuh diri di kalangan pelajar.

Gerakan massa yang dipelopori oleh para pemuda yang mengatasnamakan Partai Janta Kecoa (CJP) secara tegas menuntut Menteri Pendidikan, Dharmendra Pradhan, untuk mundur dari jabatannya. Tuntutan serupa juga disuarakan oleh aktivis terkemuka Sonam Wangchuk yang melakukan aksi mogok makan selama 26 hari sebagai bentuk protes.

Menanggapi tuntutan pengunduran dirinya, Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan akhirnya angkat bicara. "Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi kekhawatiran dan melakukan reformasi pada sistem ujian," ujar Dharmendra Pradhan.

"Perusahaan telekomunikasi diperintahkan untuk menonaktifkan layanan seluler di bagian tengah Delhi, termasuk bagian dalam dan sekitar lokasi demo," demikian laporan yang disampaikan kepada Reuters.