TREN.BISNISMARKET.COM - PT Indika Energy Tbk (INDY) angkat bicara menyikapi maraknya pemberitaan media mengenai potensi penjualan sebagian atau seluruh sahamnya di PT Kideco Jaya Agung. Isu ini menimbulkan pertanyaan di kalangan investor mengenai strategi portofolio perusahaan.
Perusahaan yang terafiliasi dengan Arsjad Rasyid ini memilih untuk tidak memberikan komentar langsung terkait rumor dan spekulasi pasar yang beredar. Pernyataan resmi disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 17 Juli 2026.
Manajemen INDY menegaskan komitmen kuat mereka dalam menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini sejalan dengan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku di Indonesia.
"Sehubungan dengan pemberitaan media baru-baru ini mengenai portofolio investasi Perseroan, Perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," demikian disampaikan manajemen INDY dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (17/7/2026).
Lebih lanjut, INDY menyatakan bahwa setiap informasi atau perkembangan signifikan yang bersifat material akan segera dikomunikasikan kepada publik. Komunikasi ini akan dilakukan secara transparan melalui saluran resmi perusahaan sesuai dengan peraturan keterbukaan informasi.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, INDY turut menguraikan besarnya kontribusi PT Kideco Jaya Agung terhadap kinerja keuangan perseroan. Kideco terbukti menjadi penyumbang pendapatan yang signifikan bagi INDY.
Tercatat, kontribusi tambang Kideco mencapai sekitar 72,8% dari total pendapatan konsolidasi INDY. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran Kideco dalam struktur keuangan perusahaan.
Hingga akhir kuartal pertama tahun 2026, tepatnya per 31 Maret 2026, Kideco berhasil menyumbangkan pendapatan sebesar US$377,4 juta. Angka ini jika dibandingkan dengan pendapatan konsolidasi INDY yang mencapai US$493,2 juta, semakin menegaskan dominasi Kideco.
Dari sisi profitabilitas, Kideco juga menunjukkan performa yang mengesankan. Perusahaan pertambangan batu bara ini membukukan laba bersih sebesar US$42,4 juta pada kuartal I-2026.