TREN.BISNISMARKET.COM - Investasi signifikan senilai US$9,3 juta berhasil diamankan oleh Kawasan Industri Wiraraja di Batam dari investor asal Rusia. Perusahaan Rusia, BlackEnergy AI, menjadi pihak yang menanamkan modal tersebut untuk mendirikan proyek manufaktur turbin gas di Indonesia.
Kesepakatan penting ini merupakan salah satu hasil nyata dari partisipasi aktif Indonesia sebagai Official Partner Country dalam ajang pameran internasional INNOPROM 2026. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung di Yekaterinburg, Rusia, pada tanggal 6 hingga 9 Juli 2026 mendatang.
Proyek investasi manufaktur turbin gas ini diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 200 orang tenaga kerja lokal. Realisasi fisik dari investasi ini direncanakan akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2026.
Masuknya investasi sektor manufaktur dari Rusia ini semakin mempertegas upaya pemerintah dan para pelaku industri di Indonesia. Hal ini sejalan dengan dorongan untuk terus memperluas kerja sama industri serta meningkatkan investasi di sektor manufaktur nasional.
Penandatanganan resmi nota kesepahaman ini dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Juli 2026, di Yekaterinburg Exhibition Hall. Pihak yang menandatangani adalah PT Wiraraja Tangguh sebagai pengelola kawasan industri dan perusahaan Rusia, BlackEnergy AI.
Kesepakatan tersebut ditandatangani secara langsung oleh CEO Wiraraja Group, Akhmad Maaruf Maulana, bersama dengan CEO BlackEnergy AI, Andrey Gennaedevic. Momen ini menandai dimulainya kolaborasi industri antara kedua belah pihak.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Maruf Maulana, menjelaskan bahwa Indonesia menawarkan banyak keunggulan kompetitif bagi para investor asing. Keunggulan tersebut meliputi stabilitas ekonomi yang terjaga, besarnya pasar domestik, serta posisi geografis strategis sebagai pintu gerbang kawasan ASEAN.
"Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik bagi investor asing, mulai dari stabilitas ekonomi, besarnya pasar domestik hingga posisi strategis sebagai gerbang menuju kawasan Asean," ujar Akhmad Maruf Maulana.
Menurutnya, daya saing investasi di Indonesia semakin menguat berkat perkembangan kawasan industri yang didukung infrastruktur memadai. Hal ini ditambah dengan adanya penyederhanaan regulasi dan percepatan proses perizinan yang dilakukan oleh pemerintah.