TREN.BISNISMARKET.COM - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada hari Senin, 6 Juli 2026, ditutup dengan catatan positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penguatan ini terjadi meskipun terdapat tekanan jual dari investor asing di pasar saham Indonesia.
IHSG berhasil menorehkan kenaikan sebesar 40,29 poin atau setara dengan 0,69% pada penutupan hari itu. Indeks acuan ini berakhir di level 5.916,07 setelah bergerak dinamis sepanjang sesi perdagangan.
Selama hari perdagangan tersebut, IHSG sempat mencapai titik tertinggi di 5.935,68 dan mencatatkan level terendah di 5.857,35. Kenaikan ini menunjukkan adanya apresiasi nilai di pasar saham domestik.
Kekuatan indeks diperkuat oleh breadth market yang menunjukkan sentimen positif secara luas. Sebanyak 403 saham berhasil menguat, jauh melampaui 259 saham yang mengalami pelemahan, sementara 297 saham lainnya bertahan stagnan.
Aktivitas transaksi juga tercatat cukup signifikan dengan nilai total mencapai Rp9,49 triliun. Volume perdagangan saham pada hari itu mencapai 18,65 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Namun, perlu dicatat bahwa arus dana asing masih belum sepenuhnya kembali mendukung penguatan pasar. Data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell di seluruh segmen pasar.
Secara spesifik, total net sell yang dicatatkan oleh investor asing pada hari itu mencapai Rp190,9 miliar. Kondisi ini menegaskan bahwa kenaikan IHSG belum didorong oleh derasnya kembali modal asing.
"Penguatan indeks kemarin belum ditopang oleh kembalinya arus dana asing secara menyeluruh," ujar seorang analis pasar modal, mengacu pada fakta bahwa kenaikan lebih banyak didorong oleh aktivitas beli investor domestik.
Kenaikan indeks lebih banyak didorong oleh aktivitas beli investor domestik yang tersebar di berbagai saham, yang tercermin dari dominasi jumlah saham yang menguat dibandingkan yang melemah. Hal ini menunjukkan kepercayaan diri investor lokal terhadap prospek pasar.