TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah temuan ilmiah penting mengungkap keberadaan organisme mikroskopis yang hidup tersembunyi di bawah permukaan tanah, namun memiliki dampak signifikan terhadap keberlangsungan hidup manusia dan planet. Jaringan jamur mikoriza arbuskular ini ditemukan berada di dalam akar hampir semua jenis tumbuhan yang tumbuh di daratan Bumi.
Berdasarkan studi mutakhir yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan diulas oleh The Guardian, jaringan jamur ini merupakan faktor penentu utama dalam menentukan nasib iklim global serta ketahanan pangan umat manusia. Mereka telah menjalin hubungan simbiosis dengan tanaman selama lebih dari 450 juta tahun lamanya.
Jamur mikoriza bekerja dengan cara menembus sel-sel akar tanaman dan membentuk jaringan filamen halus yang menjalar jauh ke dalam tanah, berfungsi efektif sebagai perpanjangan sistem perakaran alami tanaman. Sebagai imbalannya, tanaman menyediakan karbohidrat yang dihasilkan melalui proses fotosintesis sebagai sumber energi bagi jamur tersebut.
Melalui hubungan mutualisme ini, jamur berperan vital dalam menyerap air dan nutrisi esensial dari tanah, seperti fosfor dan nitrogen, lalu menyalurkannya kembali kepada tanaman inang. Proses ini membuat tumbuhan tumbuh lebih kuat, lebih besar, dan jauh lebih tangguh menghadapi kondisi kekeringan maupun serangan patogen.
Upaya pemetaan penyebaran jamur ini, seperti yang dikemukakan dalam analisis The Guardian, menunjukkan bahwa jaringan tersebut tersebar luas di berbagai ekosistem daratan. Jaringan ini ditemukan mulai dari hutan hujan tropis yang lebat hingga padang rumput terbuka dan lahan-lahan pertanian aktif.
Para ilmuwan menekankan bahwa eksistensi jamur ini bukan sekadar pendukung; mereka adalah fondasi utama dari seluruh ekosistem daratan yang kita kenal. Tanpa kehadiran jaringan bawah tanah ini, integritas struktur tanah akan terganggu, suplai nutrisi terputus, dan banyak spesies tumbuhan, termasuk komoditas pangan utama seperti padi, jagung, dan gandum, akan sangat kesulitan untuk bertahan hidup.
Lebih lanjut, makhluk mikroskopis ini memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas iklim bumi melalui kemampuannya mengikat karbon dioksida dari atmosfer. Data penelitian menunjukkan bahwa jutaan ton karbon yang seharusnya berkontribusi pada pemanasan global justru berhasil disimpan secara efektif di dalam tanah berkat aktivitas jaringan jamur ini.
"Dalam satu sendok teh tanah, jaringan mycorrhizal bisa mencapai 10 meter," kata Justin Stewart, salah satu peneliti penulis studi tersebut.
Tim peneliti yang melakukan studi ini merupakan bagian dari SPUN, sebuah jaringan ilmuwan yang berfokus pada upaya perlindungan terhadap jaringan jamur bawah tanah di seluruh dunia. Berdasarkan perhitungan mereka, total panjang jaringan jamur di Bumi diperkirakan melampaui angka 110.000 triliun kilometer, sebuah jarak yang jauh melampaui jarak antara Bumi dan Matahari.