TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah penemuan arkeologis di Kenya baru-baru ini mengungkap petunjuk menarik tentang perilaku sosial kerabat purba manusia. Jejak kaki yang berusia sekitar 1,4 juta tahun menunjukkan adanya kelompok yang bepergian secara terpisah berdasarkan jenis kelamin.
Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 27 Juli 2026. Sebanyak 21 jejak kaki yang terawetkan ditemukan di tepi danau purba di wilayah Turkana Utara, Kenya.
Para peneliti memperkirakan jejak kaki tersebut berasal dari delapan individu spesies Paranthropus boisei, kerabat manusia purba yang kini telah punah. Mereka berjalan beriringan dalam waktu yang bersamaan.
Analisis terhadap ukuran dan bentuk jejak kaki mengindikasikan bahwa mayoritas pembuat jejak adalah laki-laki dewasa. Yang menarik, tidak ditemukan jejak kaki perempuan maupun anak-anak dalam kelompok tersebut.
"Fakta bahwa delapan individu Paranthropus boisei yang sebagian besar adalah laki-laki dewasa tampak bergerak bersama sebagai satu kelompok, tanpa perempuan maupun anak, mengisyaratkan struktur sosial yang lebih kompleks pada spesies ini," ujar Neil Roach, seorang peneliti dari Universitas Harvard yang turut terlibat dalam studi ini.
Neil Roach lebih lanjut menjelaskan, "Meskipun laki-laki bersaing untuk mendapatkan pasangan, mereka tetap saling bertoleransi dan berkumpul demi keamanan di lingkungan yang penuh bahaya pada masa itu."
Pola perilaku ini memiliki kesamaan dengan temuan jejak kaki purba lainnya di situs Engare Sero, Tanzania. Jejak kaki di sana berusia antara 5.700 hingga 19.100 tahun.
Di situs Engare Sero, kelompok yang berjalan bersama justru didominasi oleh perempuan dewasa. Tercatat ada 14 perempuan dewasa yang ditemani hanya dua laki-laki dewasa dan satu remaja laki-laki.
Peneliti Kevin Hatala dari Universitas Chatham menekankan nilai jejak kaki sebagai bukti perilaku. "Jejak kaki menjadi rekaman perilaku yang sangat berharga karena merekam momen nyata dalam waktu singkat, berbeda dengan sisa tulang yang mewakili rentang waktu ribuan tahun," kata Hatala.