TREN.BISNISMARKET.COM - Ketegangan internal di raksasa kecerdasan buatan (AI) OpenAI semakin memanas, memicu aksi berani dari para karyawannya. Sejumlah staf perusahaan pencipta ChatGPT ini dilaporkan secara sukarela menyumbangkan dana pribadi yang totalnya mencapai US$215.000 atau setara dengan Rp3,8 miliar.
Dana yang terkumpul ini disalurkan kepada sebuah komite aksi politik (super PAC) bernama 'Guardrails Alliance'. Tujuan utama aliansi ini terbilang mengejutkan, yaitu mendorong lahirnya regulasi yang lebih ketat bagi laboratorium AI terkemuka, termasuk tempat mereka bekerja.
Langkah karyawan OpenAI ini secara langsung bertentangan dengan arah kebijakan perusahaan. OpenAI saat ini tengah fokus pada pengembangan AI super canggih di tengah persaingan ketat, sementara para raksasa teknologi (Big Tech) umumnya resisten terhadap intervensi regulasi pemerintah yang ketat.
MPV Premium XPeng X9 Alami Keluhan Suspensi Misterius Saat Gelombang Panas Menerpa Tiongkok
Dilansir dari Wired, 'Guardrails Alliance' secara resmi diluncurkan bulan lalu dengan sokongan pendanaan awal sebesar US$5 juta atau sekitar Rp90 miliar. Aliansi ini memosisikan dirinya sebagai gerakan populis yang didukung oleh pekerja sektor teknologi, serikat pekerja, dan berbagai kelompok masyarakat.
Tujuan ambisius dari 'Guardrails Alliance' adalah menjadi penyeimbang bagi 'Leading the Future'. 'Leading the Future' adalah sebuah superPAC pro-industri AI yang didanai besar-besaran oleh para taipan teknologi, mencapai lebih dari US$100 juta atau Rp1,8 triliun.
Ironisnya, salah satu pendana utama 'Leading the Future' adalah Greg Brockman, yang menjabat sebagai Presiden sekaligus salah satu pendiri OpenAI. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan visi yang signifikan di tingkat kepemimpinan.
Berdasarkan catatan, terdapat tujuh karyawan aktif OpenAI serta satu mantan karyawan yang tercatat menyetor dana ke 'Guardrails Alliance'. Informasi ini terungkap sebelum laporan kuartalan pertama diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Federal AS (FEC).
Salah satu penyumbang terbesar dari internal OpenAI adalah Juan Felipe Cerón Uribe. Ia adalah seorang engineer riset yang telah bergabung dengan OpenAI sejak tahun 2022. Cerón Uribe memberikan kontribusi yang sangat signifikan sebesar US$200.000 atau sekitar Rp3,6 miliar.
"Para miliarder teknologi, seperti Greg Brockman, mendanai super PAC bernama Leading the Future agar AI tetap tidak diatur oleh regulasi. Saya sangat senang mengetahui bahwa Guardrails Alliance berupaya melawan LTF. Keputusan saya untuk memberikan donasi kepada mereka sangatlah mudah," ujar Juan Felipe Cerón Uribe.