TREN.BISNISMARKET.COM - Apa yang terjadi? Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran modal asing yang kembali masuk secara signifikan ke pasar keuangan domestik dalam dua hari terakhir. Total investasi asing yang masuk tercatat mencapai Rp19,02 triliun selama periode tersebut.

Siapa yang menyampaikan? Informasi ini disampaikan langsung oleh Deputi Gubernur BI, Destry Damayanti, dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada hari Jumat (12/8/2026).

Kapan momentum ini terjadi? Perkembangan positif ini tercatat pada hari Kamis dan Jumat, 10 dan 11 Juni 2026, yang menunjukkan respons cepat pasar terhadap langkah-langkah kebijakan terbaru bank sentral.

Bagaimana hal ini terwujud? Minat investor global terlihat jelas dari peningkatan inflows pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan transaksi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) nonresiden. Secara rinci, pada 10 Juni tercatat Rp15,11 triliun dan pada 11 Juni tercatat Rp3,91 triliun.

Mengapa modal asing tertarik? Daya tarik ini dikaitkan dengan penguatan bauran kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia dalam sebulan terakhir. Kebijakan ini meliputi kenaikan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps).

Selain kenaikan suku bunga acuan, BI juga melakukan langkah-langkah lain untuk menarik dana asing. Bank sentral memperkuat struktur suku bunga SRBI dan memberikan insentif hedging swap khusus bagi para investor asing.

Langkah strategis lainnya termasuk membuka akses repo untuk mendukung likuiditas perbankan domestik. Bank Indonesia juga meningkatkan intensitas operasi moneter, baik untuk rupiah maupun valuta asing.

"Pasca kenaikan BI Rate, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik," papar Destry Damayanti.

Dampak langsung dari masuknya dana segar ini adalah penguatan posisi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat. Data Refinitiv menunjukkan Rupiah berhasil ditutup terapresiasi sebesar 0,61%.