TREN.BISNISMARKET.COM - Industri aset kripto kembali dihadapkan pada ancaman siber yang kian canggih. Kali ini, modus operandi baru terdeteksi dari kelompok peretas yang diduga berasal dari Korea Utara, yang semakin lihai dalam menyasar para pengguna aset digital.

Kelompok yang dikenal dengan nama BlueNoroff ini dilaporkan telah mengembangkan taktik baru yang lebih licik. Mereka memanfaatkan aplikasi komunikasi populer yang dimodifikasi secara palsu sebagai alat utama untuk melancarkan aksinya.

Aplikasi yang menjadi sasaran empuk dalam modus baru ini adalah Zoom dan Microsoft Teams. Peretas menggunakan versi palsu dari kedua platform tersebut untuk mengelabui target mereka agar mengunduh dan menginstal perangkat lunak berbahaya.

Tujuan utama dari serangan ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengincar dompet kripto (wallet) yang memiliki nilai aset tinggi. Setelah target teridentifikasi, barulah serangan malware dilancarkan untuk menguasai aset digital tersebut.

Modus ini menunjukkan peningkatan strategi dari kelompok peretas tersebut. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan metode lama, melainkan beradaptasi dengan tren penggunaan teknologi dan aplikasi yang marak di kalangan profesional.

"Serangan siber yang menargetkan industri kripto kembali berevolusi," demikian pernyataan yang menggarisbawahi perkembangan ancaman ini dalam analisis yang dipublikasikan.

Modus baru ini secara efektif memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap aplikasi yang sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari, baik untuk keperluan profesional maupun pribadi.

PeretasDirectories ini memanfaatkan celah keamanan atau kelemahan pada proses verifikasi aplikasi, sehingga mampu menciptakan dan mendistribusikan versi palsu yang tampak meyakinkan.

Dengan demikian, para pengguna aset kripto dihimbau untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman siber, terutama saat mengunduh atau menggunakan aplikasi, dan memastikan keaslian sumber perangkat lunak yang digunakan.