TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan, akan kembali menggelar lelang surat utang negara (SUN) dalam mata uang Rupiah. Langkah ini diambil untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.

Pelaksanaan lelang sembilan seri surat utang negara ini dijadwalkan akan berlangsung besok, Selasa, 21 Juli 2026. Lelang akan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Target indikatif yang ditetapkan untuk lelang sembilan seri SUN ini adalah sebesar Rp32 triliun. Pemerintah juga memiliki opsi untuk memenangkan lelang hingga 150% dari target indikatif tersebut, memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan kas negara.

"Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026," demikian bunyi pengumuman dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Senin (20/7/2026).

Sembilan seri surat utang yang akan dilelang terbagi menjadi dua kategori berdasarkan tenornya. Tiga seri merupakan surat utang berjangka pendek atau Surat Perbendaharaan Negara (SPN), yaitu SPN01260822, SPN03261021, dan SPN12270722. Tingkat kupon untuk ketiga SPN baru ini akan berupa diskonto.

Sementara itu, enam seri lainnya terdiri dari obligasi negara (ON) berjangka panjang. Seri tersebut meliputi FR0109 dengan kupon 5,87%, FR0108 dengan kupon 6,5%, FR016 dengan kupon 7,125%, FR0107 dengan kupon 7,125%, FR0102 dengan kupon 6,875%, dan FR0105 dengan kupon 6,875%.

Proses penjualan SUN ini akan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Tanggal setelmen atau penyelesaian transaksi lelang ditetapkan pada hari Kamis, 23 Juli 2026.

Mekanisme lelang bersifat terbuka atau "open auction" dan menggunakan metode harga beragam atau "multiple price". Peserta lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang mereka ajukan.

Bagi pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif, pembayaran akan dilakukan berdasarkan yield rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.