TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) telah menetapkan target ambisius untuk mengoperasikan sebanyak 40.000 Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih hingga penghujung tahun 2026. Target besar ini disampaikan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.
Namun, rencana strategis Kemenkop ini langsung menuai skeptisisme dari kalangan legislatif. Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menyatakan keraguannya terhadap kecepatan realisasi target operasional tersebut.
Perdebatan ini terjadi dalam forum Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama jajaran Kementerian Koperasi yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Diskusi berfokus pada capaian program prioritas kementerian tersebut.
Dalam sesi tanya jawab, Darmadi Durianto secara spesifik menanyakan proyeksi operasional KopDes Merah Putih yang akan dicapai pemerintah hingga akhir tahun berjalan.
"Jadi berapa targetnya Pak sampai tahun ini, KDMP ini [KopDes Merah Putih]?" tanya Darmadi Durianto.
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, dengan percaya diri menjawab bahwa Kemenkop memperkirakan minimal 40.000 unit KopDes Merah Putih akan mulai beroperasi hingga akhir tahun. Sebagai perbandingan, saat ini baru tercatat 1.061 unit koperasi yang sudah beroperasi secara resmi.
"Saya rasa tahun ini mungkin paling maksimal 40.000, Pak, yang terbangun. Operasional ini 1.000, kami akan evaluasi sampai kejar Agustus ini, Pak. Yang sudah operasional baru 1.061," kata Ferry Juliantono.
Menteri Ferry menambahkan bahwa semua infrastruktur fisik yang telah selesai dibangun akan segera diaktifkan untuk mencapai target yang telah ditetapkan tersebut. Ia meyakini bahwa target 40.000 unit bisa tercapai secara maksimal pada akhir tahun.
"Sampai dengan akhir tahun ini, saya perkirakan ya… semua bangunan fisik yang sudah selesai itu akan segera di operasional. Jadi maksimal 40.000, Pak,” terangnya.