TREN.BISNISMARKET.COM - Pasar energi global menyaksikan penurunan harga yang cukup drastis pada akhir pekan lalu, dipicu oleh perubahan signifikan dalam dinamika geopolitik di Timur Tengah. Para pelaku pasar menilai risiko pasokan minyak mentah global telah berkurang setelah Amerika Serikat memutuskan untuk menunda aksi militer terhadap Iran.
Harga minyak mentah Brent, acuan internasional, dilaporkan mengalami penurunan tajam sekitar 6% dan kini diperdagangkan mendekati angka US$91 per barel. Angka ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang sudah terjadi sejak penutupan pasar pada Jumat sebelumnya.
Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi patokan utama di Amerika Utara, juga ikut tertekan dan kini diperdagangkan di bawah level US$84 per barel. Penurunan ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai mereda terkait potensi gangguan pasokan.
Tidak hanya minyak, harga gas alam di Eropa pun turut merasakan dampak penurunan yang signifikan. Komoditas energi ini anjlok hingga mencapai 7,8%, menunjukkan bahwa sentimen pasar yang lebih tenang berdampak luas pada berbagai jenis energi.
Penundaan serangan Amerika Serikat terhadap Iran ini terjadi setelah serangkaian manuver selama 13 hari yang menciptakan spekulasi mengenai langkah selanjutnya dari Presiden Donald Trump. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan strategi AS di kawasan tersebut.
Pihak angkatan bersenjata Iran sendiri telah menyatakan bahwa Teheran telah mengambil langkah untuk menangguhkan rencana balasannya. Pernyataan ini semakin memperkuat indikasi adanya peredaan ketegangan antara kedua negara.
Namun, di tengah meredanya ketegangan AS-Iran, kelompok Houthi yang mendapat dukungan dari Teheran di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas yang terkait dengan Saudi Aramco. Serangan ini dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Jizan dan Yanbu yang berlokasi di pesisir Laut Merah pada hari Sabtu.
Meskipun demikian, baik pihak kerajaan Arab Saudi maupun perusahaan Saudi Aramco belum memberikan konfirmasi resmi atau tanggapan segera terkait klaim serangan yang dilontarkan oleh kelompok Houthi tersebut. Perkembangan ini masih terus dipantau oleh pasar global.
"AS menghentikan sementara serangan terhadap Iran selama akhir pekan," demikian dilaporkan oleh Kanoko Matsuyama dari Bloomberg News.