TREN.BISNISMARKET.COM - Pertamina New Renewable Energy (NRE) berhasil mencatatkan kinerja finansial yang sangat positif setelah satu tahun melakukan investasi strategis di Filipina. Kinerja ini ditandai dengan perolehan Return on Investment (ROI) yang impresif.

Investasi tersebut terfokus pada akuisisi 20% saham perusahaan energi Citicore di Filipina. Akuisisi ini dilakukan pada bulan Juni 2025, dan kini dampaknya mulai terlihat signifikan terhadap valuasi perusahaan induk.

Kinerja finansial Pertamina NRE mengalami peningkatan yang substansial setelah kurang lebih satu tahun kepemilikan saham di Citicore. Hal ini menunjukkan bahwa langkah diversifikasi ke energi terbarukan membuahkan hasil yang nyata.

Bahkan, valuasi Pertamina NRE ikut terangkat seiring dengan performa positif dari aset yang diakuisisi di luar negeri tersebut. Ini memperkuat posisi Pertamina dalam peta energi bersih regional.

ROI sebesar 43,4% berhasil dibukukan oleh Pertamina NRE dari investasi saham 20% di Citicore Filipina. Angka ini menggarisbawahi efektivitas strategi investasi energi baru dan terbarukan (EBT) perusahaan.

"Kinerja finansial dan valuasi Pertamina NRE meningkat [setelah setahun mengakuisisi 20% saham Citicore di Filipina pada Juni 2025]," ujar salah satu perwakilan perusahaan.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa penetrasi pasar energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara, khususnya Filipina, merupakan langkah yang tepat bagi Pertamina NRE. Langkah ini sejalan dengan upaya transisi energi global.

Dampak positif dari investasi ini diharapkan dapat terus berlanjut, mendorong pertumbuhan portofolio energi bersih Pertamina di masa mendatang. Kesuksesan ini menjadi tolok ukur keberhasilan ekspansi internasional mereka.

Dilansir dari sumber informasi, capaian ini memperkuat komitmen Pertamina NRE dalam mengejar target dekarbonisasi dan pengembangan energi ramah lingkungan secara berkelanjutan.