TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah insiden menarik perhatian publik di Shenyang, China, pada 16 Juli 2026 lalu, ketika unit SUV BYD Tang dilaporkan mengalami masalah saat melintasi area yang tergenang banjir. Kejadian ini memicu diskusi luas di kalangan warganet mengenai ketangguhan kendaraan listrik.
Peristiwa ini melibatkan terlepasnya sebuah komponen besar berbahan logam dari bagian bawah mobil. Mobil tersebut terlihat berhenti di tengah genangan air dengan lampu hazard menyala, memicu berbagai spekulasi mengenai kualitas produk BYD.
Menanggapi isu yang berkembang, PT BYD Motor Indonesia melalui Head of Public & Government Relations, Luther Panjaitan, memberikan klarifikasi resmi. Pihak BYD menegaskan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh cacat kualitas produk.
Investigasi internal yang dilakukan oleh BYD menemukan bahwa penyebab terlepasnya komponen adalah benturan fisik yang sangat kuat. Mobil tersebut menghantam penutup lubang saluran air yang terangkat akibat terendam banjir.
"Benturan fisik yang sangat kuat itulah yang mengakibatkan komponen tersebut terlepas, dan dipastikan insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa," ujar Luther Panjaitan dalam keterangan resmi yang diterima Uzone.id.
BYD juga kembali mengingatkan mengenai batasan perlindungan yang dimiliki oleh kendaraan listrik mereka. Paket baterai BYD telah dilengkapi sertifikasi tahan air IP67 dan IP68.
Kenaikan Harga BBM Picu Revolusi Mobilitas Listrik di China: Taksi Elektrik Banjiri Jalanan
Namun, sertifikasi tersebut dirancang sebagai perlindungan keselamatan darurat, bukan untuk membenarkan tindakan nekat pengemudi menerjang banjir secara sengaja.
"Benturan fisik yang sangat kuat itulah yang mengakibatkan komponen tersebut terlepas, dan dipastikan insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa," kata Luther Panjaitan.
Pihak pabrikan secara tegas mengimbau seluruh pengemudi, khususnya pemilik kendaraan listrik BYD, untuk sebisa mungkin menghindari jalanan yang tergenang air dalam.