TREN.BISNISMARKET.COM - Gelombang panas ekstrem yang melanda benua Eropa baru-baru ini telah memicu lonjakan permintaan yang signifikan terhadap pendingin ruangan (AC), khususnya produk yang berasal dari Tiongkok. Fenomena ini terjadi karena suhu di banyak wilayah mencapai titik yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan menyentuh 40 derajat Celsius.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat Eropa, mengingat budaya hunian di sana secara tradisional jarang menggunakan pendingin ruangan dalam kehidupan sehari-hari. Kini, warga berupaya keras mencari cara untuk menjaga kenyamanan dan kesejukan di tengah suhu yang membakar.
Salah satu produsen besar dari China, Midea, mencatat peningkatan signifikan dalam pemesanan produk mereka, terutama untuk unit pendingin udara model PortaSplit. Permintaan bahkan begitu tinggi hingga unit bekas dilaporkan dijual dengan harga yang melebihi harga unit baru.
"Gelombang panas dalam dua minggu terakhir bulan Mei secara signifikan meningkatkan penjualan, khususnya pendingin ruangan PortaSplit yang terjual habis pada beberapa kanal," jelas Midea, Dikutip dari CNN Internasional, Rabu (8/7/2026).
Namun, peningkatan penjualan ini turut membawa tantangan logistik dan biaya pemasangan yang tinggi di kawasan tersebut. Proses instalasi menjadi rumit dan mahal, terutama pada struktur bangunan tua yang tidak dirancang untuk sistem pendingin modern.
Midea menginformasikan bahwa biaya untuk pemasangan unit AC di Eropa dapat melampaui 1.000 euro, atau setara dengan sekitar Rp 20,5 juta. Angka tersebut dinilai sangat memberatkan bagi banyak rumah tangga di sana.
Produsen AC global lainnya juga merasakan dampak positif dari situasi ini, termasuk raksasa elektronik asal Korea Selatan, Samsung Electronics. Mereka memprediksi tren peningkatan permintaan akan terus berlanjut sepanjang musim panas.
"Suhu yang diperkirakan meningkat lebih lanjut mulai Juni dan seterusnya, kami memperkirakan permintaan berkelanjutan sepanjang musim pendinginan puncak," jelas Samsung Electronics.
Sementara itu, Mitsubishi Electric dari Jepang juga melaporkan tren serupa di berbagai pasar Eropa. Perusahaan tersebut menyebutkan penjualan terus menguat di beberapa negara utama.