TREN.BISNISMARKET.COM - Pasar properti jenis apartemen di Jakarta tengah menghadapi tantangan signifikan yang berdampak pada strategi para pengembang. Kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih mendorong perusahaan pengembang untuk menahan diri dalam meluncurkan proyek-proyek hunian vertikal anyar.
Hal ini terungkap dalam analisis terbaru dari konsultan properti terkemuka, Colliers Indonesia. Pergeseran strategi ini menandakan perubahan mendasar dalam cara pengembang beroperasi di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Kepala Riset Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menjelaskan bahwa tren pasar telah bergeser dari fase ekspansi yang sangat agresif ke arah optimalisasi inventaris atau inventory optimization. Perubahan fokus ini memengaruhi keputusan investasi dan pengembangan proyek ke depan.
"Pasar tidak lagi dalam fase ekspansi yang agresif, tapi mulai memasuki fase inventory optimization. Artinya, developer saat ini memilih jual unit yang sudah selesai dibangun dibanding meluncurkan proyek baru," ujar Ferry Salanto dalam Konferensi Pers yang diadakan pada Rabu (8/7/2026).
Faktor utama di balik minimnya peluncuran proyek baru adalah kondisi makroekonomi yang kurang mendukung. Salah satu indikator yang paling berpengaruh adalah tren suku bunga acuan yang masih bertahan pada level yang relatif tinggi.
Selain tantangan makroekonomi, perilaku konsumen juga menunjukkan perubahan signifikan. Calon pembeli segmen apartemen kini terlihat lebih berhati-hati dan sangat selektif dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian hunian.
Meskipun demikian, Ferry Salanto menegaskan bahwa kondisi pasar apartemen Jakarta saat ini justru menuju ke arah yang lebih sehat dan disiplin dibandingkan periode beberapa tahun sebelumnya. Perubahan ini dilihat sebagai penyelarasan antara penawaran dan permintaan pasar yang sesungguhnya.
Ferry menambahkan bahwa pembatasan pertumbuhan pasokan baru atau suplai yang terbatas justru berpotensi mempercepat tingkat serapan unit yang sudah ada atau take up rate. Selain itu, pergeseran profil pembeli dari didominasi investor menjadi pengguna akhir (end user) dinilai akan menciptakan pasar yang lebih ideal.
Berdasarkan data yang dimiliki Colliers, total stok unit apartemen yang ada di Jakarta saat ini mencapai sekitar 232.000 unit. Proyeksi penambahan pasokan hingga tahun 2029 diperkirakan hanya bertambah sekitar 2.500 unit saja.