TREN.BISNISMARKET.COM - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan segera meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat. Peluncuran ini rencananya akan dilakukan langsung oleh orang nomor satu di Indonesia, menandakan keseriusan pemerintah dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Namun, rencana ambisius ini justru memicu diskusi di kalangan pegiat kendaraan listrik Tanah Air. Muncul pertanyaan mengenai kelanjutan dan urgensi dari proyek baru ini, terutama ketika Indonesia sudah memiliki aset yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki motor listrik yang digadang-gadang sebagai motor nasional, yaitu Gesits. Motor ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara dunia akademik, industri swasta, dan badan usaha milik negara.

Gesits lahir dari sinergi antara PT Garansindo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), PT Pindad, PT LEN Industri, dan PT WIMA. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan produk otomotif listrik buatan dalam negeri yang inovatif.

"Proyek tersebut bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan wujud nyata dari sinergi historis antara dunia akademik, kepiawaian industri swasta, dan kekuatan negara," ujar Hendro Sutono dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik).

Saat ini, keberadaan Gesits memang terasa kurang terdengar gaungnya, seolah berada dalam kondisi "tertidur pulas". Hal ini terjadi setelah kepemilikan Gesits diambil alih oleh Indonesia Battery Corporation (IBC) sejak akhir tahun 2022.

Melihat kondisi tersebut, muncul pertanyaan kritis mengenai perlunya memulai proyek motor listrik nasional dari nol. Hendro Sutono menyoroti potensi inefisiensi anggaran dan pemborosan sumber daya jika langkah ini diambil.

"Dengan realitas yang ada, mengapa kita harus seolah mendadak mengalami amnesia massal dan bersiap memulai proyek baru dari titik nol? Jika instrumen investasi raksasa sekelas Danantara sudah menggenggam erat ekosistem baterai sekaligus merengkuh merek Gesits, logika investasi yang sehat seharusnya mengarahkan sumber daya negara untuk merevitalisasi apa yang sudah ada," jelas Hendro Sutono.

Rencana peluncuran motor listrik nasional baru ini masih menyisakan banyak pertanyaan. Hingga kini, detail mengenai wujud fisik, spesifikasi teknis, hingga cetak biru proyek tersebut masih menjadi misteri bagi publik.