TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia – Pemahaman umum mengenai Tata Surya selama ini menyatakan bahwa Bumi dan planet-planet lainnya mengorbit Matahari. Namun, penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa mekanisme pergerakan ini ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar orbit melingkar di sekitar bintang pusat.
Secara teknis, pergerakan planet tidaklah mengelilingi titik pusat Matahari, sebuah konsep yang dijelaskan melalui prinsip-prinsip fisika orbit yang mendalam. Hal ini berkaitan erat dengan distribusi massa di antara objek-objek langit yang saling berinteraksi secara gravitasi.
Penjelasan fundamental untuk dinamika ini ditemukan dalam hukum ketiga Kepler, yang menguraikan hubungan massa antara dua benda yang saling berputar. Hukum ini menjadi penentu utama parameter orbit dalam setiap sistem benda yang saling berinteraksi, termasuk Tata Surya kita.
NASA menjelaskan bahwa di dalam sistem yang melibatkan dua benda dengan perbedaan massa signifikan, seperti Matahari dan Jupiter, mereka sebenarnya berputar mengelilingi sebuah titik pusat massa bersama yang dikenal sebagai barycenter. Konsep ini berlaku terlepas dari ukuran relatif masing-masing objek yang bergerak.
"Gerak di sekitar barycenter dengan planet masif jadi salah satu metode untuk menemukan sistem planet dengan bintang-bintang jauh," jelas NASA.
Dilansir dari CNBC Indonesia, objek barycenter Tata Surya umumnya terletak sangat dekat dengan Matahari karena dominasi massanya yang sangat besar. Meskipun demikian, pengaruh gravitasi dari planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus sering kali menyebabkan titik pusat massa ini berada di luar batas fisik Matahari.
Oleh karena itu, Bumi sebetulnya tidak mengorbit satu titik spesifik di dalam Matahari, melainkan mengikuti jalur orbit di sekitar titik barycenter yang berada di luar Matahari. Konfirmasi mengenai hal ini juga disampaikan oleh salah satu ahli astronomi planet dan komunikator sains terkemuka.
"Secara umum para planet mengorbit Matahari secara umum, namun secara teknis planet-planet tidak mengorbit Matahari karena gravitasi yang utamanya dari Jupiter, artinya planet mengorbit pada titik baru di luar angkasa," ucap James O'Donoghue di akun X.
James O'Donoghue menambahkan bahwa sangat jarang pusat massa seluruh Tata Surya benar-benar sejajar persis dengan inti Matahari. Fenomena yang sama juga berlaku pada sistem planet dan satelit alaminya, seperti pada sistem Bumi dan Bulan.