TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah temuan arkeologi penting dilaporkan berhasil mengungkap jejak yang diduga kuat terkait dengan kisah Nabi Musa menerima Sepuluh Perintah Allah dari Tuhan. Bukti ini ditemukan tersembunyi dalam sebuah relik keagamaan yang ditemukan di dalam sebuah gereja kuno di Austria.

Relik berusia sekitar 1.500 tahun ini ditemukan oleh tim peneliti bersama dengan artefak lain, termasuk gambar-gambar orang kudus dan adegan kenaikan Kristus. Penemuan ini dianggap sangat signifikan bagi pemahaman awal mengenai sejarah kekristenan.

Signifikansi temuan ini terletak pada kelangkaannya; sejauh ini hanya sekitar 40 objek dari periode awal Kekristenan yang berhasil ditemukan, dengan temuan terakhir terjadi hampir seabad yang lalu. Hal ini menjadikan penemuan ini sebagai momen bersejarah bagi dunia arkeologi.

Pimpinan tim arkeologi, Geral Grabherr, mengungkapkan betapa pentingnya penemuan tersebut bagi ilmu pengetahuan. "Kami tahu penemuan seperti ini hanya terjadi sekali dalam kehidupan arkeologi sebagai ilmuwan," ujar Geral Grabherr, Dikutip dari DailyMail, Jumat (19/6/2026).

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of Innsbruck yang tengah melakukan penggalian di situs gereja kristen kuno di Burgbichi, Austria Selatan. Lokasi ini dulunya merupakan bagian dari wilayah Kekaisaran Romawi yang diperkirakan pernah menjadi tempat perlindungan bagi penganut paganisme sebelum adanya hukum kekaisaran lebih dari 1.600 tahun silam.

Proses penemuan bermula ketika para arkeolog menemukan sebuah batu yang tersegel di dalam cekungan, yang diduga merupakan bekas lokasi altar gereja tersebut. Setelah batu itu dipindahkan, mereka berhasil menemukan sebuah kotak yang terbuat dari marmer putih.

Relik kotak marmer tersebut ditemukan dalam kondisi pecah berkeping-keping, meskipun struktur awalnya dilaporkan berbentuk lingkaran dengan perekat logam serta kayu sebagai pengait. Para peneliti menduga benda ini seharusnya diamankan sebelum gereja ditinggalkan karena dianggap bagian paling suci dari bangunan tersebut.

Para arkeolog sempat merasa kebingungan mengapa benda berharga tersebut tertinggal begitu saja di antara reruntuhan gereja kuno tersebut. Di sekeliling kotak tersebut terdapat ukiran karakter pria berjanggut mengenakan jubah panjang, menampilkan berbagai adegan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Hipotesis yang muncul dari tim arkeolog adalah bahwa gambar tersebut merepresentasikan Nabi Musa dan Yesus Kristus. Mereka berspekulasi bahwa salah satu adegan tersebut menggambarkan momen ketika Musa menerima firman Tuhan atau saat ia membelah Laut Merah dengan tongkatnya.