TREN.BISNISMARKET.COM - Gigitan nyamuk, yang kerap menimbulkan rasa gatal dan bekas yang mengganggu, telah lama menjadi perhatian banyak orang. Di tengah masyarakat, beredar berbagai mitos mengenai preferensi nyamuk, salah satunya adalah anggapan bahwa nyamuk lebih tertarik pada individu dengan golongan darah O.

Menanggapi hal ini, Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof. drh. Upik Kesumawati, memberikan penjelasan ilmiah. Beliau mengonfirmasi bahwa anggapan tersebut memiliki dasar ilmiah, meskipun bukan berarti golongan darah lain sepenuhnya terbebas dari gigitan nyamuk.

"Siapa pun bisa dihisap darahnya, hanya saja ada kecenderungan golongan darah O lebih disukai," ujar Prof. Upik dalam sebuah sesi di IPB Podcast yang ditayangkan di kanal YouTube IPB TV.

Penelitian yang dilakukan di Jepang pada tahun 2004 mendukung pandangan ini, menemukan bahwa nyamuk cenderung lebih sering mengisap darah individu bergolongan darah O dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Prof. Upik menjelaskan bahwa individu bergolongan darah O diketahui memiliki senyawa-senyawa volatil yang lebih banyak. Senyawa ini, seperti asam laktat atau karbon dioksida (CO2), membuat mereka lebih mudah terdeteksi oleh nyamuk.

"Orang yang bergolongan darah O mempunyai senyawa-senyawa volatil yang lebih banyak dibandingkan orang yang bergolongan darah A," jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Upik meluruskan kesalahpahaman umum mengenai peran darah bagi nyamuk. Darah bukanlah makanan utama bagi mereka, melainkan sangat vital untuk proses reproduksi dan pematangan telur nyamuk betina.

"Darah yang dihisap nyamuk dibutuhkan untuk reproduksi, bukan sebagai makanan utama," terangnya.

Hal ini juga terkait dengan fakta bahwa tidak semua nyamuk mengisap darah. Hanya nyamuk betina yang membutuhkan darah untuk memenuhi kebutuhan reproduksinya, sementara nyamuk jantan mendapatkan energi dari cairan tanaman dan nektar bunga.