TREN.BISNISMARKET.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kabar positif mengenai upaya Indonesia dalam mencapai kemandirian sektor kesehatan. Langkah ini berfokus pada pengurangan ketergantungan negara terhadap impor bahan baku obat (Active Pharmaceutical Ingredient/API).
Upaya ini membuahkan hasil karena saat ini, sebanyak 35 jenis API telah berhasil diproduksi secara mandiri di dalam negeri. Hal ini merupakan bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat rantai pasok farmasi nasional.
Dilansir dari Bisnis.com, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pada masa lampau, Indonesia sangat rentan karena impor bahan baku obat sempat menyentuh angka di atas 90 persen dari kebutuhan nasional. Ketergantungan yang tinggi tersebut kini mulai berhasil ditekan secara signifikan.
Pengumuman ini disampaikan oleh Menkes usai menghadiri forum penting mengenai penguatan ketahanan kesehatan regional dan global di ASEAN. Forum tersebut membahas manufaktur vaksin serta kesiapan dan respons terhadap pandemi pada Rabu (24/6/2026).
"Waktu kita masuk memang di atas 90% impor. Kita sudah bisa menurunkan 20%. Sekarang sekitar 70%–80% [bahan baku obat] yang kita impor," ujar Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan kepada awak media.
Menkes menekankan bahwa penguatan industri farmasi harus melampaui sekadar produksi obat jadi. Fokus utama harus diarahkan pada rantai pasok bahan baku agar nilai tambah ekonomi tidak terus mengalir keluar negeri.
Ia memberikan contoh spesifik mengenai obat umum seperti parasetamol, di mana meskipun produksinya dilakukan di Indonesia, bahan bakunya seperti fenol sebagai produk antara (intermediate product) masih perlu diimpor. "Obatnya kita bikin, misalnya parasetamol kita bikin. Tapi kita masih impor fenolnya, bahan bakunya," sebut Budi Gunadi Sadikin.
Untuk mengakselerasi kemandirian tersebut, pemerintah secara aktif mendorong pengembangan produksi API di dalam negeri. Saat ini, jumlah 35 jenis API yang sudah diproduksi lokal ditargetkan akan terus bertambah seiring waktu.
Langkah strategis ini terhubung erat dengan agenda hilirisasi sektor kesehatan, yang melibatkan kolaborasi antara industri farmasi, kimia, dan petrokimia nasional. Pemanfaatan sumber daya domestik, seperti benzena dan cumene, menjadi kunci dalam proses ini.