TREN.BISNISMARKET.COM - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada kuartal pertama tahun 2026, menunjukkan pertumbuhan laba yang signifikan di tengah melambatnya sektor ritel nasional. Kinerja ini membuktikan ketahanan perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar.

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini melaporkan bahwa pertumbuhan penjualan eceran di Indonesia hanya tumbuh moderat sebesar 3,4% secara tahunan (yoy) pada Maret 2026. Meskipun pertumbuhan secara umum masih positif, beberapa segmen justru mengalami kontraksi signifikan.

Data dari BI menunjukkan pelemahan pada beberapa kategori produk utama di sektor ritel. Penjualan alat informasi dan komunikasi tercatat anjlok 26,4% yoy, sementara penjualan perlengkapan rumah tangga turun 3,5% yoy dan penjualan sandang juga terkontraksi 2,4% yoy.

Di tengah kondisi industri yang lesu tersebut, MDIY mampu menunjukkan kinerja yang melampaui rata-rata industri ritel nasional. Salah satu indikator keberhasilan ini adalah jumlah transaksi yang berhasil mencapai 29,5 juta dalam satu kuartal, mencerminkan pertumbuhan impresif sebesar 28,8% yoy.

MDIY mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 31,0% yoy, hampir mencapai Rp2,4 triliun pada kuartal I 2026. Perusahaan yang dikenal menawarkan produk kebutuhan rumah tangga dengan proposisi nilai hemat ini telah memiliki 1.258 toko yang tersebar di 432 kota dari total 514 kota di Indonesia.

"Kemampuan MDIY untuk lampaui industri karena disiplin dalam ekspansi. Harga produk yang terjangkau dan aksesibilitas toko di seluruh wilayah Indonesia menjadi penopang utama pertumbuhan revenue di kuartal satu," ungkap Alvin Timothy Murthi, dalam riset Ajaib Sekuritas, Senin (22/6/2026).

Alvin juga menambahkan bahwa MDIY memiliki ruang ekspansi yang masih terbuka lebar, didukung oleh profil keuangan yang kuat. Pada kuartal I 2026, perusahaan berhasil mencetak arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,1 triliun, atau meningkat 3,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, perusahaan juga aktif melakukan strategi deleveraging, yaitu mengurangi porsi utang melalui pembayaran pinjaman bank sebesar Rp298,3 miliar pada periode yang sama. Hal ini memperkuat struktur permodalan perusahaan.

"Dengan profil arus kas yang kuat, rasio utang 0,3x modal. MDIY punya fleksibilitas yang besar untuk danai capex dari kas internal atau pinjaman. Di sisi lain, MDIY juga tetap bisa kompetitif untuk mempertahankan harga tetap sama sebagai value proposition untuk menjaga momentum pertumbuhan dobel digit," ujar Alvin.