TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah penemuan flora yang menarik perhatian publik baru-baru ini tersebar luas di media sosial terkait keberadaan bunga berukuran besar di Kepulauan Anambas. Merespons viralitas informasi tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera bergerak cepat untuk melakukan penelitian ilmiah atas temuan flora unik ini.
Tim peneliti BRIN telah mengamati bahwa secara morfologi, tumbuhan yang ditemukan tersebut menunjukkan kemiripan signifikan dengan beberapa spesies Rafflesia yang sudah dikenal di Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Namun, pengamatan awal juga menyoroti adanya perbedaan mencolok pada beberapa karakter spesifik bunga tersebut.
Perbedaan-perbedaan tersebut terutama terlihat pada struktur bagian bunga, meliputi detail pada struktur diafragma serta pola ornamen yang menghiasi kelopaknya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa verifikasi taksonomi lebih lanjut sangat diperlukan untuk menentukan identitas pasti dari bunga tersebut.
Untuk memastikan identitas bunga misterius ini, tim peneliti telah mengambil sejumlah sampel penting guna menjalani analisis komprehensif. Sampel-sampel tersebut mencakup analisis herbarium, anatomis, dan juga analisis materi genetik DNA.
Sampel-sampel vital tersebut kemudian dibawa menuju fasilitas Herbarium Bogoriense (BO) yang berlokasi di Cibinong. Diharapkan dari analisis mendalam di sana, para ilmuwan dapat memperoleh pemahaman yang lebih kaya mengenai karakteristik bunga yang baru ditemukan ini.
Kajian sistematika menjadi fokus utama penelitian, menggabungkan pendekatan morfologi tradisional dengan analisis molekular modern. Tujuannya adalah untuk mengonfirmasi identitas spesies tersebut sekaligus memetakan hubungan kekerabatannya dengan Rafflesia lain di Asia Tenggara.
"Hasil penelitian lanjutan yang saat ini masih berlangsung di Herbarium Bogoriense diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai identitas, persebaran dan status konservasi Rafflesia di wilayah tersebut," ujar perwakilan BRIN, dikutip dari akun Instagram resmi BRIN, Senin (22/6/2026).
Selain fokus pada bunga itu sendiri, penelitian BRIN juga mencakup pendokumentasian ekosistem di sekitarnya. Hal ini termasuk identifikasi tumbuhan inang Tetrastigma, yang merupakan satu-satunya inang alami bagi Rafflesia, serta kondisi habitat dan vegetasi penyerta.
Penelitian ekologis ini penting untuk memahami faktor-faktor lingkungan dan parameter lain yang mungkin memengaruhi populasi tumbuhan langka tersebut di alam liar Kepulauan Anambas.