TREN.BISNISMARKET.COM - PT Asuransi Nasional Indonesia (Nasional Re) telah menyelesaikan tahapan krusial dalam peningkatan kualitas pelaporan keuangannya. Perusahaan asuransi ini secara resmi rampung mengimplementasikan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117.
Implementasi PSAK 117 ini menjadi tonggak penting bagi Nasional Re dalam menyajikan gambaran kondisi finansial yang lebih komprehensif. Standar akuntansi yang baru ini dirancang untuk meningkatkan kualitas informasi yang disajikan kepada para pemangku kepentingan.
Dengan penerapan standar yang lebih modern dan detail, Nasional Re bertujuan untuk memberikan potret keuangan yang jauh lebih transparan, akurat, dan relevan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor dan mitra bisnis.
"Dengan standar yang baru, kami menyajikan potret keuangan yang jauh lebih transparan, akurat, dan relevan," ujar pihak manajemen Nasional Re. Pernyataan ini menekankan komitmen perusahaan terhadap keterbukaan informasi.
PSAK 117 merupakan standar akuntansi yang mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan instrumen keuangan. Adopsi standar ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk selaras dengan praktik terbaik internasional.
Langkah ini juga menunjukkan keseriusan Nasional Re dalam mematuhi regulasi dan standar akuntansi terkini yang berlaku di industri keuangan. Hal ini krusial untuk menjaga kesehatan bisnis dan reputasi perusahaan.
Melalui implementasi PSAK 117, Nasional Re berupaya untuk membangun fondasi yang lebih kuat dalam tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Transparansi laporan keuangan adalah salah satu pilar utama dalam GCG.
Penyelesaian adopsi PSAK 117 ini dilakukan di internal perusahaan, mencakup seluruh aspek pelaporan keuangan yang relevan. Proses ini melibatkan berbagai departemen terkait untuk memastikan kesesuaian dengan standar baru.
Dikutip dari sumber internal perusahaan, penyelesaian implementasi ini telah melalui berbagai tahapan pengujian dan validasi internal. Tujuannya adalah memastikan tidak ada kesalahan dalam penerapan standar baru tersebut.