TREN.BISNISMARKET.COM - Penyedia indeks global terkemuka, MSCI, telah menjadwalkan dua agenda penting yang akan sangat menentukan arah pergerakan industri pasar modal Indonesia dalam waktu dekat. Kedua agenda ini menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar saham di Tanah Air.
Dua momen krusial tersebut meliputi pengumuman hasil MSCI Accessibility Review yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026, diikuti dengan pengumuman MSCI Classification pada tanggal 24 Juni 2026. Keputusan dari lembaga internasional ini dianggap sebagai katalis utama bagi aliran dana investor asing.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengonfirmasi kesiapan regulator dalam menghadapi peninjauan ini. OJK telah proaktif melakukan komunikasi intensif dengan pihak MSCI terkait hal ini.
Lebih spesifik, Hasan Fawzi menjelaskan bahwa tim teknis OJK telah mengadakan pertemuan lanjutan dengan analis MSCI pada tanggal 10 Juni 2026. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan data dan informasi yang dibutuhkan oleh MSCI untuk proses review mereka.
"Sejauh ini mereka sudah mengkonfirmasi, memanfaatkan dan menerima seluruh informasi dan data keperluan terutama informasi keterbukaan dan kepemilikan saham di perusahaan terbuka yang tercatat di bursa efektif," ujar Hasan Fawzi saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Hasan Fawzi juga memberikan klarifikasi mengenai sifat dari tinjauan yang akan dilaksanakan oleh MSCI dalam waktu dekat. Pengumuman mengenai aksesibilitas pasar pada lusa depan merupakan bagian dari tinjauan rutin yang dilakukan MSCI, bukan hanya ditujukan khusus untuk pasar saham Indonesia.
"Kemudian di tanggal 23 nanti kita juga menunggu pengumuman terkait dengan market classification atau review atas klasifikasi pasar termasuk juga bursa kita," lanjutnya, merujuk pada agenda pengumuman klasifikasi pasar yang akan datang.
Saat ini, OJK berada dalam posisi menunggu keputusan resmi dari lembaga penentu indeks global tersebut. Keputusan klasifikasi dan aksesibilitas ini memiliki implikasi besar terhadap persepsi dan keputusan investasi asing di Indonesia.
Hasan menambahkan bahwa hasil peninjauan ini akan menjadi penentu penting bagi arah pergerakan dana asing yang masuk ke pasar domestik ke depannya. Keputusan MSCI selalu menjadi acuan utama bagi banyak manajer investasi global.