TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Shopee Indonesia meluncurkan program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate dengan target mencetak 60.000 affiliator baru di berbagai daerah hingga tahun 2026. Program yang dimulai Februari 2026 ini bertujuan memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kompetensi digital masyarakat Indonesia.

Program ToT ini merupakan kolaborasi strategis antara Kemnaker dan Shopee Indonesia yang berfokus pada peningkatan keterampilan instruktur balai pelatihan di bidang affiliate marketing. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memiliki keahlian digital dan mampu menangkap peluang ekonomi di era social commerce yang terus berkembang pesat.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memandang profesi affiliator sebagai salah satu bentuk transformasi pekerjaan informal menuju ekonomi digital yang menjanjikan. Bukti nyata keberhasilan program ini mulai terlihat di berbagai daerah, salah satunya melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo.

Salah satu alumni BPVP Sidoarjo, Diki Marsuki Nur (26), berhasil meraup penghasilan sekitar Rp3 juta dari komisi affiliate di kategori fashion. Pemuda asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini awalnya tidak menyangka bahwa aktivitas membuat konten di media sosial dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan.

Meskipun sudah memiliki akun affiliate yang dibuatkan oleh kakaknya, Diki belum melihat hasil yang berarti selama hampir setahun. Dorongan untuk meningkatkan kemampuan membuat konten akhirnya membawanya mengikuti pelatihan Fashion Affiliate yang diselenggarakan secara daring oleh BPVP Sidoarjo.

"Awalnya saya menemukan informasi mengenai pelatihan Fashion Affiliate yang diselenggarakan BPVP Sidoarjo melalui Instagram. Karena pelatihannya dilaksanakan secara daring, saya bisa mengikutinya dari rumah di Bulukumba tanpa harus datang langsung ke Sidoarjo," ujar Diki.

Selama mengikuti pelatihan, Diki mengakui sempat menemui kendala, terutama dalam proses pengeditan video untuk keperluan konten.

"Dulu saya masih kesulitan mengedit video. Tapi instruktur di BPVP Sidoarjo menjelaskan dengan sangat jelas dan terstruktur, jadi saya bisa memahami langkah-langkahnya dan mulai mempraktikkannya sendiri," katanya.

Berkat materi pelatihan yang didapat, Diki mulai menguasai teknik pembuatan konten, pemilihan produk yang tepat, hingga strategi pemasaran produk melalui media sosial. Kemampuan ini berkontribusi besar terhadap peningkatan performa kontennya, yang berujung pada kenaikan komisi affiliate yang diterimanya.