TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan akses pembiayaan produktif, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor ekonomi kreatif. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan agenda Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali 2026.
Kegiatan penting ini dilaksanakan di Universitas Udayana, Badung, pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi solid antara berbagai kementerian, pemerintah daerah, akademisi, serta institusi perbankan nasional.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memegang peran sentral dalam penyaluran modal massal ini, mengingat statusnya sebagai lembaga penyalur KUR terbesar di Indonesia. Peran BRI sangat vital dalam memastikan dana bergulir tepat sasaran kepada para pelaku usaha.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung program pemerintah untuk penguatan sektor mikro. "BRI terus berkomitmen memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM agar mampu tumbuh lebih kuat dan naik kelas," ujarnya.
Lebih lanjut, Direktur Micro BRI tersebut mengharapkan dampak positif dari dukungan pada Akad Massal KUR ini. "Melalui dukungan pada program Akad Massal KUR ini, kami berharap pelaku usaha, khususnya sektor ekonomi kreatif, dapat meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas pasar," tambah Akhmad Purwakajaya.
BRI memandang instrumen KUR sebagai pendorong utama pergerakan roda ekonomi di daerah, yang secara langsung berkontribusi pada pembukaan lapangan kerja baru. "KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI untuk mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif," jelas Akhmad Purwakajaya.
"BRI senantiasa memperluas akses permodalan yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah," tutur Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa penguatan sektor lokal ini sangat krusial sebagai fondasi pertahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global saat ini. "Melalui BRI dan bank-bank lainnya, pemerintah terus berusaha memberikan akses permodalan dan keuangan kepada para UMKM kita," ujar Muhaimin Iskandar.
Muhaimin Iskandar juga menyoroti pentingnya sinergi antara dunia usaha dan institusi pendidikan tinggi untuk meningkatkan daya saing produk lokal hingga ke pasar global. "UMKM tidak sekadar difasilitasi, tetapi juga harus tumbuh dengan kemampuan riset," imbuhnya.