TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi tengah mematangkan strategi untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional yang positif. Fokus utama dalam upaya ini adalah penguatan sektor hilirisasi yang dianggap sebagai pilar fundamental bagi ekspansi domestik.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Pertemuan tersebut bertujuan menggarisbawahi kerangka kerja strategis yang sedang dijalankan.
Secara faktual, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat, dengan pertumbuhan tahunan mencapai angka 5,61 persen. Angka ini menjadi landasan bagi pemerintah untuk terus mendorong transformasi ekonomi lebih lanjut.
Wakil Menteri Todotua Pasaribu menjelaskan bahwa arah transformasi ekonomi saat ini diarahkan pada peningkatan nilai tambah dari sektor industri secara signifikan. Selain itu, pembangunan ekosistem investasi yang terintegrasi juga menjadi prioritas utama dalam agenda kementerian.
Data yang dihimpun menunjukkan kontribusi sektor investasi sangat substansial dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat, pada kuartal I-2026, sektor investasi berhasil menyumbang sekitar 30 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Target pertumbuhan ekonomi ambisius pemerintah hingga mencapai 8 persen memerlukan dorongan investasi yang masif dan terstruktur. Menanggapi hal ini, Todotua Pasaribu menyatakan, "Dengan target pertumbuhan ekonomi menuju 8%, tentu diperlukan berbagai upaya dan kerangka strategis untuk mendorong capaian realisasi investasi nasional," ungkap Todotua Pasaribu di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Kebijakan investasi yang diterapkan pemerintah harus selaras dan mendukung penuh program hilirisasi yang sedang digalakkan. Sektor hilirisasi sendiri telah terbukti menjadi motor penggerak utama yang menunjukkan tren peningkatan performa positif selama beberapa tahun terakhir.
Optimalisasi keberhasilan strategi hilirisasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung yang memadai. Faktor-faktor seperti ketersediaan pasokan energi, infrastruktur logistik yang efisien, dan rantai pasok industri yang siap menjadi penentu keberhasilan kebijakan ini.
Oleh karena itu, pemerintah terus mengintensifkan pembangunan kawasan ekonomi terintegrasi sekaligus mengefisienkan sistem logistik nasional. Upaya ini dilakukan untuk menekan biaya produksi dan mempercepat laju pergerakan modal investasi masuk ke dalam negeri.