TREN.BISNISMARKET.COM - PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) mengumumkan adanya negosiasi penting yang berpotensi mengubah struktur kepemilikan perusahaan. Langkah ini menandai potensi perubahan besar dalam jajaran pemegang saham pengendali perseroan.

Informasi mengenai rencana akuisisi ini disampaikan melalui surat resmi dari Supriajitno Sutomo tertanggal 20 Juli 2026. Surat tersebut secara spesifik memberitahukan adanya perundingan terkait pengambilalihan saham perusahaan.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Supriajitno Sutomo, yang diidentifikasi sebagai calon pengendali baru, memiliki niat untuk mengakuisisi sejumlah 450 juta lembar saham. Saham ini rencananya akan dibeli dari PT Indo Kreasi Pratama yang bertindak sebagai penjual.

"Kami informasikan bahwa Suprajitno Sutomo (Calon Pengendali Baru) berencana untuk mengambil alih saham PT Indo Kreasi Pratama (Penjual) sebanyak 450.000.000 lembar yang dimiliki oleh Penjual," tulis manajemen AGAR pada Rabu, 22 Juli 2026.

Selain transaksi utama tersebut, calon pengendali baru bersama penjual juga akan berupaya menambah kepemilikan. Upaya ini mencakup pembelian saham dari pemegang saham penjual lainnya dengan target tambahan minimal 60 juta lembar saham.

Dengan demikian, total saham yang ditargetkan untuk diakuisisi dalam transaksi ini diperkirakan mencapai sekurang-kurangnya 510 juta lembar saham. Jumlah tersebut setara dengan minimal 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh di PT AGAR.

Apabila transaksi ini berhasil direalisasikan sesuai rencana, Supriajitno Sutomo diproyeksikan akan menjadi pemegang saham pengendali baru. Hal ini akan memberikan implikasi signifikan terhadap arah strategis dan operasional perusahaan ke depan.

Manajemen PT AGAR menegaskan bahwa transaksi yang sedang dinegosiasikan ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional perusahaan. Selain itu, tidak ada dampak signifikan yang diantisipasi terhadap aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha (going concern) perseroan.

Manajemen menyatakan bahwa operasional, aspek legal, serta kondisi finansial perusahaan akan tetap berada dalam kondisi normal selama proses negosiasi berlangsung. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas perusahaan di tengah potensi perubahan kepemilikan.