TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta – Pasar keuangan domestik menunjukkan pergerakan yang cenderung melemah pada Rabu, 21 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak ke zona merah, diperdagangkan pada level 6.314.

Bersamaan dengan pelemahan bursa saham, mata uang Rupiah juga mengalami koreksi. Nilai tukar Rupiah tercatat melemah terhadap Dolar Amerika Serikat, berada di kisaran Rp 17.900 per Dolar AS.

Pergerakan pasar keuangan ini terjadi jelang pengumuman kebijakan suku bunga yang akan dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI). Keputusan suku bunga BI seringkali menjadi katalis penting bagi pergerakan nilai tukar dan pasar saham.

Sentimen global turut mempengaruhi dinamika pasar di Indonesia. Salah satu indikator yang dicermati adalah pergerakan harga minyak dunia yang mendekati level tertingginya.

Meskipun harga minyak dunia menunjukkan tren menguat, aset lain seperti emas justru dilaporkan bergerak menguat. Fenomena ini menunjukkan adanya pergerakan yang beragam di pasar komoditas dan aset safe haven.

Dalam ulasan ekonomi yang disajikan dalam program Profit di CNBC Indonesia, analis pasar keuangan Serliana Salsabila mengupas tuntas sentimen-sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan RI.

"Sentimen apa saja yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan RI?" demikian pertanyaan yang diangkat dalam analisis mendalam tersebut.

Ulasan selengkapnya mengenai faktor-faktor yang mendorong pergerakan pasar keuangan domestik ini dapat disimak dalam program Profit, CNBC Indonesia, pada Rabu, 21 Juli 2026.

Dikutip dari CNBC Indonesia, sentimen tersebut menjadi perhatian utama para pelaku pasar dalam mengantisipasi langkah kebijakan Bank Indonesia selanjutnya.