TREN.BISNISMARKET.COM - Harga perak murni yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali menunjukkan volatilitas signifikan pada Kamis, 28 Mei 2026. Komoditas logam mulia ini terpantau mengalami penurunan nilai yang cukup drastis dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan pantauan data langsung dari laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini menyusut sebesar Rp 1.850 per gram. Penurunan tajam ini membawa harga jual perak murni berada di posisi baru, yakni Rp 49.150 per gram.
Pergerakan harga hari ini merupakan kebalikan dari tren positif yang sempat terjadi pada hari sebelumnya. Pada hari Rabu, 27 Mei 2026, harga perak Antam sempat mencatatkan kenaikan tipis sebesar Rp 100, sehingga bertahan di posisi Rp 51.000 per gram.
Kondisi penurunan juga sudah terlihat sejak awal pekan ini, tepatnya pada Selasa, 26 Mei 2026. Pada hari itu, harga perak Antam tercatat merosot senilai Rp 500 dan berakhir di level Rp 50.900 per gram.
Penurunan harga domestik ini disebut sejalan dengan dinamika yang terjadi di pasar komoditas global. Harga perak internasional terpantau mengalami pelemahan yang cukup signifikan saat berita ini disusun.
Dikutip dari Investor Daily, "komoditas logam mulia ini terpantau mengalami penurunan nilai yang cukup signifikan," mengonfirmasi adanya tekanan jual yang memengaruhi harga di dalam negeri.
Secara global, harga perak dunia dilaporkan anjlok sebesar 2,03 persen, menempatkannya pada level US$ 73,16 per ons pada saat laporan ini dirilis. Hal ini memberikan tekanan tambahan pada harga jual Antam hari ini.
Antam menerapkan struktur harga yang bervariasi tergantung pada ukuran berat perak murni yang ingin dibeli oleh konsumen. Harga dasar dan harga akhir yang tertera sudah disesuaikan dengan regulasi perpajakan yang berlaku di Indonesia.
Untuk varian perak batangan reguler ukuran 250 gram, harga dasarnya ditetapkan pada Rp 12.687.500. Setelah penambahan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen, nominal akhir yang harus dibayar konsumen adalah Rp 14.083.125.