TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengupayakan percepatan jadwal operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Upaya ini dilakukan agar bandara tersebut dapat segera melayani penerbangan pesawat jenis jet sesuai dengan kebutuhan mobilitas udara yang meningkat.
Pemerintah kini menyiapkan skenario akselerasi yang signifikan untuk mewujudkan hal tersebut. Rencananya, target waktu operasi penuh untuk pesawat jet akan dimajukan dari jadwal semula yaitu bulan September menjadi lebih cepat pada bulan Agustus.
Hal ini menunjukkan adanya urgensi dari pihak regulator untuk mengoptimalkan kapasitas penerbangan di wilayah Jawa Barat. Percepatan ini memerlukan koordinasi intensif antara otoritas bandara dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Dalam konteks persiapan operasional tersebut, Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menyatakan kesiapannya untuk mendukung rencana percepatan ini. Mereka telah melakukan kajian mendalam mengenai potensi rute baru yang akan dibuka.
INACA mengonfirmasi bahwa terdapat sejumlah maskapai yang telah menyatakan minat serius untuk segera menjajaki kemungkinan membuka layanan operasional di Bandara Husein Sastranegara. Ini menjadi sinyal positif bagi terbukanya konektivitas udara di Bandung.
"Sembilan maskapai siap jajaki operasional di Bandara Husein Sastranegara seiring dengan percepatan rencana pengoperasian bandara tersebut," ujar perwakilan dari INACA.
Kemenhub secara paralel tengah mematangkan berbagai aspek teknis dan administratif yang diperlukan untuk memastikan transisi operasional berjalan mulus. Pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur menjadi prioritas utama saat ini.
Percepatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian regional Bandung, mengingat bandara tersebut akan mampu menampung pergerakan pesawat berbadan lebih besar.
"Kemenhub siapkan skenario percepatan dari September ke Agustus untuk Bandara Husein Sastranegara," demikian disampaikan oleh pihak Kemenhub mengenai target waktu baru tersebut.