TREN.BISNISMARKET.COM - PT Modal Saham Asia Investama atau ModalSaham secara resmi meluncurkan program Fast Track Financing Batch II-2026 di Jakarta pada Jumat (15/5/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha dalam mengatasi kendala permodalan kerja yang sering menghambat pertumbuhan.

Inisiatif tersebut menyediakan total alokasi pendanaan mencapai Rp100 miliar yang ditujukan bagi sepuluh perusahaan terpilih. Fokus utama dari bantuan finansial ini adalah memperkuat likuiditas dan mendukung pembelian aset produktif demi kelancaran operasional bisnis.

Dikutip dari Suara, CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, mengungkapkan bahwa banyak pelaku usaha di sektor B2B sebenarnya memiliki kontrak proyek yang jelas. Namun, mereka sering kali menghadapi hambatan besar saat mencoba mengakses pembiayaan dari lembaga konvensional.

"Perusahaan yang kuat biasanya terlihat dari rekam transaksi, pelanggan yang jelas, hubungan dengan pemberi kerja yang kredibel, serta kemampuan menyerap pekerjaan baru. Hambatannya muncul ketika modal kerja belum tersedia tepat waktu, laporan keuangan belum cukup rapi, atau akses pembiayaan sulit diperoleh karena jaminan tidak sesuai kebutuhan," ujar Reza.

Dalam proses seleksi, ModalSaham lebih mengedepankan kualitas transaksi dan reputasi pemberi kerja dibandingkan sekadar besaran dana yang diajukan. Skema tanpa jaminan juga dimungkinkan apabila pengembalian dana dapat diverifikasi melalui tagihan proyek atau persediaan barang yang tersedia.

"Fast Track Financing dibuat agar perusahaan tidak kehilangan momentum hanya karena jeda kas, proses perbankan yang panjang, atau kebutuhan jaminan yang tidak selalu cocok dengan karakter bisnis mereka," kata Reza.

Selain aspek pendanaan, program ini dirancang untuk mendorong kedisiplinan perusahaan dalam memperbaiki struktur bisnis serta laporan keuangan. Upaya ini dipandang sebagai langkah awal yang krusial bagi perusahaan yang memiliki cita-cita untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Target kami bukan hanya membuat perusahaan menerima pembiayaan. Target kami adalah membantu mereka memperbesar kapasitas usaha, menata laporan keuangan, memperjelas strategi ekspansi, dan mulai memikirkan jalan menuju Bursa Efek Indonesia," tutur Reza.

Melalui pendampingan ini, para peserta diharapkan mulai mengadopsi pola pikir perusahaan publik meskipun tidak semuanya akan langsung melakukan penawaran umum perdana. Kedisiplinan yang dibangun sejak dini diyakini akan memperbesar peluang perusahaan untuk naik kelas secara nyata.