TREN.BISNISMARKET.COM - Kabar gembira bagi para pencinta petualangan dan keindahan alam Bali! Kini, perjalanan menuju salah satu desa terbersih di dunia, Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, menjadi semakin mudah dan ramah di kantong. Perusahaan transportasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), DAMRI, telah resmi membuka rute baru yang menghubungkan denyut Kota Denpasar dengan pesona asri Penglipuran.

Rute baru ini dirancang untuk memberikan kemudahan maksimal bagi wisatawan. Perjalanan dimulai dari Gelanggang Olahraga (GOR) Ngurah Rai, Denpasar. Dari titik ini, penumpang akan diantar menggunakan layanan Trans Sarbagita yang juga dioperasikan oleh DAMRI menuju Terminal Loca Crana, Bangli.

Menariknya, perjalanan awal menggunakan Trans Sarbagita dari Denpasar ke Terminal Loca Crana ini sama sekali tidak dikenakan biaya alias gratis. Jadwal keberangkatannya pun cukup variatif, tersedia pada pukul 07.00 WITA, 09.00 WITA, 12.30 WITA, dan 14.00 WITA, memberikan fleksibilitas bagi para pelancong.

Setibanya di Terminal Loca Crana, petualangan menuju jantung Desa Wisata Penglipuran baru saja dimulai. Wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan DAMRI Perintis. Layanan ini siap mengantarkan Anda melintasi kawasan Catur, Hulundanu, hingga Penarukan, yang semuanya berdekatan dengan Desa Wisata Penglipuran yang memukau.

Ongkos untuk melanjutkan perjalanan dengan DAMRI Perintis ini sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp5.000 saja. Bus Perintis ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WITA hingga 15.00 WITA, dengan frekuensi keberangkatan setiap satu jam, memastikan Anda tidak perlu menunggu terlalu lama.

Niken Distian, Head of Corporate Communication DAMRI, menjelaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mempermudah akses menuju destinasi wisata unggulan di Indonesia. "Kemudahan akses ini menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Desa Wisata Penglipuran, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia dengan lingkungan yang asri, budaya yang tetap lestari, serta keramahan masyarakatnya," ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa penggunaan transportasi umum seperti DAMRI tidak hanya menawarkan kepraktisan, tetapi juga merupakan pilihan yang lebih ekonomis dan tentunya ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya pelestarian alam dan budaya yang menjadi daya tarik utama Desa Penglipuran.

"DAMRI senantiasa berkomitmen menghadirkan konektivitas menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia melalui layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau," tegas Niken.

"DAMRI tidak hanya menghubungkan masyarakat dari satu daerah ke daerah lainnya, tetapi juga membuka akses menuju destinasi wisata yang memiliki potensi besar. Melalui layanan Trans Sarbagita dan DAMRI Perintis, kami ingin memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk menikmati Desa Wisata Penglipuran sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat," jelas Niken, dikutip dari siaran pers, Minggu (19/7/2026).