TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) angkat bicara mengenai kegelisahan yang muncul dari kalangan pelaku industri kelapa sawit terkait peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam skema ekspor satu pintu untuk komoditas strategis, termasuk minyak sawit mentah (CPO).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa gagasan mengenai ekspor satu pintu ini merupakan bagian integral dari visi besar Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas iklim usaha di Indonesia.

Pemerintah berupaya keras untuk menciptakan sebuah ekosistem perdagangan yang mampu memberikan keuntungan maksimal bagi semua pihak yang terlibat, mulai dari petani sawit hingga para pelaku usaha besar di sektor tersebut.

"Ini keinginan Bapak Presiden [Prabowo Subianto] sangat bagus. Seorang Presiden, Presiden kita, pasti ingin rakyatnya sejahtera, pengusahanya juga sejahtera. Kalau saya, pengusaha tersenyum, rakyat bahagia," ujar Amran saat memberikan keterangan.

Amran juga menyinggung beberapa praktik perdagangan komoditas ekspor di masa lalu yang dinilai merugikan potensi penerimaan negara secara signifikan bagi kas negara.

Salah satu alasan utama pemerintah mendorong tata kelola yang lebih terintegrasi adalah upaya menekan praktik under invoicing yang selama ini merajalela dalam transaksi ekspor komoditas.

"Bapak Presiden, satu pintu [ekspor komoditas strategis], ada yang terjadi. Tahu nggak apa yang terjadi di republik kita? Itu ada under invoicing ini. Itu nilainya tuh, setinggi itu. Itu Rp15.000 triliun [US$908 miliar]," ucap Amran.

Lebih lanjut, Menteri Pertanian menyoroti adanya dugaan praktik transfer pricing dalam perdagangan komoditas, yang berpotensi menggerus potensi pendapatan negara dari sektor ekspor yang seharusnya bisa dimaksimalkan.

"Ada transfer pricing. Apa maksudnya itu? dan tidak semua itu dilakukan, paham nggak maksudku. Ini harganya dalam negeri US$30, di sana US$40 atau US$50, tetapi di sana perusahaannya sendiri. Jangan pancing saya lebih dalam," lanjutnya.